Bank Sampah Solusi Kurangi Limbah Plastik

Read Time:2 Minute, 34 Second
Penanggulangan sampah yang susah didaur ulang kian hari makin marak. Tak peduli dari instansi manapun, semuanya sama-sama menyuarakan untuk stop menggunakan plastik dan menggantinya dengan barang yang dapat dipakai secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.
Seperti yang diketahui mengutip dari cnnindonesia.com, Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di Dunia. Menurut lembaga survey Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam  satu tahun Indonesia dapat ‘menyumbang’ sampah 10,95 juta lembar kantong plastik. 
Pengurangan pemakaian sampah plastik juga digerakkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Dengan program ‘Bank Sampah’ botol plastic, mereka menyediakan tempat sampah di lobby tengah lantai 6 FITK –yang merupakan basis Pendidikan IPA-. Tempat sampahnya pun didesain dari kawat dan berdiameter besar.
Program ini sudah dilaksanakan selama empat tahun. Tujuan adanya kegiatan Bank Sampah untuk meningkatkan kesadaran khususnya mahasiswa Biologi akan bahayanya sampah plastik. Sisi, perwakilan dari HMPS Pendidikan Biologi semester 4, menuturkan bahwa untuk saat ini berfokus kepada pengumpulan sampah botol plastik. Sampah botol plastik adalah salah satu sampah yang paling mendominasi diantara sampah-sampah lainnya. “Alasannya terkonsentrasi pada botol plastik selain paling banyak juga memiliki nilai ekonomis.” Ujar Sisi, Kamis (05/07). 
Sisi menambahkan bahwa pengumpulan botol plastik dapat meningkatkan daya kreativitas untuk mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi. Ini dikarenakan banyak kreasi yang dapat diciptakan dan didayagunakan dengan berbahan dasar botol plastik. Sampah botol plastik yang sudah terkumpul banyak akan dikreasikan oleh masing-masing kelas.
Pihak HMPS mengajak setiap kelas untuk menciptakan barang setelah sampah sudah terkumpil banyak. Hasil karya yang dinilai bagus, bermanfaat, dan memiliki nilai ekonomis akan mendapat hadiah dari pengurus HMPS. Sisi menjelaskan hal ini bertujuan untuk memicu semangat berinovasi dan mengajak untuk mengurangi sampah plastik.
Bank sampah mendapat perhatian khusus karena sudah banyak yang mulai mengurangi sampah plastik. Selain itu, marak yang mengkampanyekan dengan beralih kepada benda ramah lingkungan. Kegiatan ini ternyata dapat respon positif dari jurusan lain. Seperti yang diungkapkan Amelia Putri Lestari, mahasiswa semester dua Pendidikan Fisika ia merasa terbantu dengan adanya program ini. Ia menyatakan bahwa dengan adanya tempat sampah ini, dapat membuang sampah dengan jenis yang berbeda-beda.
“Menurutku kita dapat menggunakan alat yang dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama agar mengurangi sampah plastik.” Ujarnya, Kamis (4/07).
Begitupula dengan Marwah Susanti, mahasiswa semester dua Pendidikan Kimia. Marwah merasa kegiatan ini sangat berguna, karena selain dari mencegah juga menimbulkan inovasi dari sampah plastik. Ia juga menuturkan bahwa program ini mengajarkan teman-teman di FITK untuk bisa memilah sampah dengan baik dan benar. “Semoga tempat sampah ini dapat diperbanyak dan diupgrade agar dapat menarik banyak perhatian.” Harapnya, Jumat (5/07).
Kepala Prodi (Kaprodi) Pendidikan Biologi Yanti Herlanti menjelaskan kegiatan Bank Sampah sudah sangat bagus untuk menyadarkan mahasiswa. Namun ia menyarankan perlu ada usaha dan tekad yang besar dari masing-masing individu untuk meminimalisir penggunaan plastik. Bank Sampah sebagai ajang edukasi diharapkan menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk peduli dengan lingkungan. 
“Kita harus bertekad untuk membawa botol dan tempat makan dari rumah, itu poinnya” tegasnya saat ditemui di Ruang Dosen Pendidikan Islam Anal Usia Dini (PIAUD), FITK Sawangan, Kamis (11/07)
DBA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Menteri Sosial RI Ingin KKN UIN Jakarta Perkuat Ketahanan Desa
Next post Penyimpangan Norma dalam Berbahasa