Waste Ranger: Kelola Sampah Menjadi Berkah

Read Time:2 Minute, 35 Second
Permasalahan sampah rupanya masih belum dapat terselesaikan di Indonesia. Bahkan Indonesia termasuk negara kedua penghasil sampah plastik terbanyak. Hal itu tentu dapat membuat pelbagai masalah kesehatan muncul di sekitar masyarakat. Tak hanya itu, permasalahan sampah juga dapat menyebabkakn terjadinya banjir. 
Oleh karena itu komunitas Waste Ranger hadir ditengah-tengah keresahan masyarakat dalam menanggulangi sampah. Komunitas yang didirikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan  (FIKes) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Waste ranger muncul dengan melihat permasalahan sampah di dalam dunia kampus. Guna untuk mengurangi penggunaan bahan plastik yang hanya dipakai sekali dan pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dan sampah yang sukar didaur ulang.
Mulanya, komunitas ini berdiri karena ingin mengikuti kegiatan lomba yang diadakan oleh Divers Clean Action dan Kentucky Fried Chicken (KFC). Lomba tersebut bertema University Challenge menanggulangi permasalahan sampah yang ada di kampus. Lomba tersebut khusus untuk para mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Beberapa mahasiswa dari kampus seperti Universitas Indonesia, UIN Jakarta dan Institut Pertanian Bogor, Universitas Nasional, Universitas Gunadarma dan Universitas Atmajaya.
Fahira Diba, Shafira Rahmania dan Fika Muntahaya mereka bertiga yang mengikuti lomba Daily Clean Action se-Jabodetabek dan mendapakatkan juara ketiga. Mereka adalah  mahasiswi yang berasal dari FIKes UIN Jakarta. Dari kegiatan lomba yang diikuti, ketiganya kemudian memprakarsai berdirinya Komunitas Waste Ranger ini. “Awalnya hanya iseng untuk ikut lomba. Kemudian kami bertiga berencana membangun ssebuah komunitas,” ujarnya, Jumat (2/8).
Komunitas Waste Ranger memiliki visi untuk mewujudkan lingkungan FIKes UIN Jakarta yang terpelihara dengan baik dan sehat serta berlandaskan atas dasar iman dan rasa kepedulian. Kemudian, misi Komunitas Waste Ranger ini adalah mengembangkan partisipasi mahasiswa dalam rangka memelihara lingkungan FIKes UIN yang baik dan sehat, Meminimalisir penggunaan bahan sekali pakai di lingkungan FIKes UIN, menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk membuang sampah pada tempatnya. Serta menumbuhkan kepedulian mahasiswa terkait permasalahan dan bahaya sampah.
Komunitas ini memiliki 35 anggota yang berasal dari mahasiswa-mahasiswi FIKes UIN Jakarta. Cara untuk masuk ke komunitas ini pun cukup mudah yaitu dengan mendaftarkan diri saat open recruitment anggota berlangsung di setiap informasi pendaftaran rekruitmen anggota.
Kegiatan dari komunitas ini yaitu Rainbow Trash Bin dengan memisahkan sampah organik pada tempat sampah berwarna hijau dan non organik pada tempat sampah berawarna kuning, Refill Your Bottle dengan membawa botol minum plastik sendiri dan mengisi airnya di galon yang tersedia serta kegiatan OSAKA (Olah Sampah jadi Berkah). Salah satu kegiatan dari OSAKA yaitu dengan mengolah sampah plastik menjadi barang yang bisa digunakan kembali.
Salah satu anggota Komunitas Waste Ranger Qonita Nur Salamah mengatakan bahwa dengan mengikuti komunitas ini ia bisa lebih peduli dengan lingkungan dari sampah-sampah plastik. “Komunitas Waste Ranger tidak hanya mengajak komunitasnya untuk peduli terhadap lingkungan, tetapi kepada mahasiswa Fikes UIN Jakarta pun juga,” Karena di Wsate Ranger terdapat program yang membiasakan memilah sampah, meminimalisir plastik dan mengolah sampah.
Qonita pun mengakui adanya dampak positif setelah bergabung di Komunitas Waste Ranger yaitu lebih peka terhadap lingkungan dan sadar bahwa bumi harus dirawat terutama dari sampah-sampah plastik yang berbahaya. “Sekarang sudah selalu bawa sedotan stainless dan totebag jika berbelanja ke minimarket,” tutupnya, Sabtu (3/8).
NVM

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Urbanisme dalam Konsep Pernikahan
Next post Bijak Mengenal Potensi Diri