Sokong Mahasiswa Berbeasiswa

Read Time:1 Minute, 45 Second

Dalam rangka merayakan Hari Santri, Community of Santri Scholars of Ministry of Religion Affairs (CSSMoRA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Bilingual Fair, Sabtu—Minggu (19—20/10). Rangkaian acara diawali dengan berbagai perlombaan tingkat Sekolah Menengah Atas/Sederajat  se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Terdapat lomba pidato bahasa Arab dan Inggris, scrabel, story telling, serta lomba membaca kitab pada Sabtu (19/10).
Keesokan harinya, rangkaian acara dilanjutkan dengan Talkshow Beasiswa & Seminar CV-Motivation letter di Auditorium MK. Tadjudin Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta. Acara tersebut diisi oleh gelar wicara mengenai Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan Gita Gutawa dan Ikrom Mustofa sebagai pembicara.
Pada talkshowdijelaskan, LPDP merupakan salah satu lembaga yang membantu pelajar untuk menjalankan studinya. Program Beasiswa LPDP ini tersedia untuk Program Magister dan Program Doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia berpendidikan di Indonesia.
Selain itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kementrian Agama Basnang Said, penerima Beasiswa Al-Azhar Mesir Agus Setiyawan, dan penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi Gilang Anugrah Munggaran turut mengisi sesi seminar berikutnya. Mereka berbincang mengenai beasiswa santri. “Lanjutkanlah pendidikan setinggi-tingginya, ikut seminar dan talkshow beasiswa bisa menjadi langkah awal,” ujar Basnang Said, Minggu (20/10).
Tak hanya berbicara mengenai beasiswa, terdapat pula seminar mengenai cara membuat motivation letter—berisi tujuan dan alasan seseorang untuk mengukuti suatu beasiswa. Kemudian, dilanjut dengan seminar curiculum vitae yang mana para peserta diajarkan bagaimana menulis riwayat hidup yang menarik untuk dibaca. Hal tersebut pun harus diikuti dengan pengelolaan waktu yang baik. “Berhobi boleh, tapi pendidikan tidak boleh terbengkalai,” ujar Gita Gutawa, seorang musisi yang sukses di usia mudanya, Minggu (20/10).
Menurut pendapat salah satu peserta dari Univeristas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka—Mutiara Dwi Melinda—ia tertarik dengan acara semacam ini karena membatunya untuk melanjutkan studi ke Program Magister. Mutiara juga mengaku, satu hal lain yang menarik dirinya untuk mengikuti seminar ini adalah hadirnya Gita Gutawa sebagai salah satu pemateri. Acaranya seru, speaker ternama juga menjadi daya tarik untuk saya,” ujar Mutiara, Minggu (20/10).

NQ

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Ciputat Menggugat: Era Baru Gerakan Mahasiswa
Next post Sang Pemberani di Kutolama