Adaptasi UKM di Tengah Pandemi

Read Time:2 Minute, 13 Second

Pandemi membuat berbagai aspek kehidupan berubah secara signifikan. Adaptasi kebiasaan baru menjadi kunci agar aktivitas kehidupan bisa tetap berjalan dengan baik. Komunikasi serba daring memaksa semua pihak untuk bertindak adaptif dan kreatif. Berbagai kegiatan yang semula diselenggarakan dengan mengundang banyak orang, kini hanya bisa dilakukan secara terbatas, itupun kebanyakan dilakukan secara daring. 

Sejalan dengan hal tersebut, di kampus salah satu pihak yang merasakan lesunya aktivitas, produktivitas, dan partisipasi mahasiswa di masa pandemi saat ini adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri (UIN)  Jakarta. Lalu, bagaimana mereka dapat beradaptasi di tengah pandemi?

Menanggapi hal tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Masri Mansoer menjelaskan, pihak kampus sudah melakukan rapat koordinasi dengan mahasiswa pegiat UKM. “Walaupun kuliah daring, kegiatan kemahasiswaan harus tetap berjalan dan tidak boleh berkurang, karena itu pimpinan UKM harus mendesain kegiatan secara daring,” ungkapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (8/2).

Federasi Olahraga Mahasiswa (FORSA) adalah salah satu UKM di UIN Jakarta. Menaungi 14 cabang olahraga, tentunya menjadi tantangan besar dalam menjalankan kegiatan terlebih di situasi saat ini. Ketua FORSA UIN Jakarta, Syawal Udin menuturkan bahwa, hambatan tentunya mengiringi dalam setiap kegiatan, apalagi agenda luring, karena fasilitas kampus yang belum boleh digunakan untuk sementara, sehingga anggota FORSA harus melakukan kegiatan di luar kampus. “Sewa tempat yang cukup mahal dan dana pelatih menjadi kendala bagi kami, karena hanya mengandalkan uang iuran anggota,” ungkap Syawal, Selasa (9/2).

Kendati demikian, FORSA tetap bisa menunjukkan eksistensinya melalui kompetisi yang diikuti maupun diselenggarakan secara mandiri. Pada Desember 2020, FORSA telah menyelenggarakan UIN Sport Expotainment (USE) yang merupakan event tahunan antar fakultas. “Jika tahun sebelumnya diselenggrakan secara luring, saat ini event tersebut dilakukan secara daring,” jelas Syawal.

Tidak ketinggalan pula, UKM lain pun turut melakukan adaptasi berupa inovasi kegiatan baru. Teater Syahid UIN Jakarta misalnya, yang telah mengadakan parade monolog secara virtual pada Oktober 2020 dan sukses disaksikan oleh 2.200 lebih penonton dalam live streaming YouTube. Selain itu, Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) Kalacitra, juga mengadakan pameran foto virtual yang bertajuk “KONTINUM” pada September lalu.

Ketua KMF Kalacitra, Eliza Yunia mengungkapkan aktivitas UKM harus tetap berjalan di tengah pandemi saat ini. “Walaupun keadaan pandemi seperti sekarang ini, Kalacitra tetap mengusahakan agar interaksi antar pengurus organisasi dapat dimaksimalkan dan terus menciptakan inovasi baru di kondisi yang baru,” ungkap Eliza, Rabu (10/2).

Hambatan dalam kegiatan, dirasakan oleh kedua UKM tersebut. Teater Syahid misalnya, yang pada tahun lalu mentiadakan perekrutan anggota. Selain itu, komunikasi yang kurang berjalan dengan baik, juga menjadi hambatan karena domisili antar anggota yang berjauhan. “Kalo mau ngadain kegiatan apapun itu yang sistemnya daring, dari segi persiapan selalu terjadi gangguan komunikasi,”ungkap Rizka Aviany Ketua UKM Teater Syahid, Rabu (10/2).

Anggita Raissa & Firda Rahma

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Tuah Sang Puan, Kian Malang karena Kamus
Next post EDOM vs AIS, Mana yang Efektif?