Fungsikan Kembali KBBI

Read Time:1 Minute, 20 Second

 

Perkembangan bahasa Indonesia di era digital menjadi sorotan sejumlah ahli. Penulis sekaligus redaktur Tribun Japan, Hermawan, menilai tren penuturan bahasa Indonesia di tengah maraknya penggunaan media digital terus mengalami perubahan. Ia mengingatkan kembali akan pentingnya penggunaan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia tetap berkembang, tetap berjalan sesuai fungsinya, walaupun ada di era digital,ungkap Hermawan dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara virtual, Kamis (28/10) pagi tadi.

Salah satu tren perubahan penuturan bahasa adalah penggunaan singkatan yang tidak bersistem, sambung Dosen PBSI UIN Jakarta Mahsusi. Menurutnya, penggunaan singkatan yangtidak bersistem itu bisa mempengaruhi tulisan asli di dunia nyata.

Ia mengajak peserta agar tetap menuturkan bahasa Indonesia yang baik, sekalipun dalam penggunaan teks pesan singkat.

“Ini yang salah, akan lebih baik jika bahasa dalam pesan singkat bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik,” kata Mahsusi.

Duta Bahasa Nasional 2020 Akbar Renaldy, yang hadir dalam acara itu, juga ikut mengkritisi fenomena tersebut. Ia menyayangkan kebiasaan anak muda zaman sekarang yang kerap menyisipkan istilah-istilah asing ketika menuturkan bahasa Indonesia.

Misalnya, kata dia, seperti kata jujurly yang merupakan pencampuran antara kata Jujur dalam bahasa Indonesia, dengan kata ly dalam bahasa Inggris. Menurutnya, perlu ada penyesuaian dan pembenaran dalam merespons fenomena kebahasaan tersebut.

Inilah fenomena bahasa yang mulai disesuaikan dan harus dibenarkan,ujar Renaldy.

Selain itu, Renaldy juga menyampaikan bahwa media harus bisa menyesuaikan antara realitas masyarakat dengan makna pesan media sosial.

“Pada saat membicarakan bahasa, jika digunakan sebagai narasi maka pengartiannya akan berbeda, dan pendekatan bahasa yang digunakan juga berbeda,” sebut Renaldy.


Rizka Amalia Putri

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Bersepeda Ria Sambil Peduli Lingkungan
Next post Peran Netizen Terhadap Kualitas Jurnalisme