Bentrok Pelaksanaan KKN dan Kompetisi Pesona

Read Time:2 Minute, 15 Second


Beberapa keresahan muncul dari mahasiswa yang mengikuti KKN dan kompetisi Pesona, sebab waktu pelaksanaannya yang bentrok.



Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengadakan Pekan Seni dan Olahraga (Pesona) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia. Kompetisi antar mahasiswa ini akan digelar di Bandung, 8 sampai 13 Agustus 2022.  Pada waktu yang bersamaan, mahasiswa semester enam tengah melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).


Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta telah mempersiapkan delegasinya untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan. Dalam proses pemilihan delegasi, pihak kampus memberi amanat kepada beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk turut membantu. 


Menurut keterangan Ketua Federasi Olahraga Mahasiswa (Forsa) Dimas, dalam memilih delegasi, UKM memiliki kewenangan untuk melakukan tahapan seleksi awal. Usai diseleksi oleh pihak UKM, nantinya daftar nama peserta akan disetorkan kepada pihak kampus. “Seleksi dilakukan oleh setiap UKM terlebih dahulu,” ungkap Dimas, Selasa (14/6).


Menanggapi proses pemilihan delegasi, Ikhwan, Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan mengatakan pemilihan utusan lomba harus melalui UKM, sebab UKM merupakan organisasi intrakampus yang mewadahi berbagai bidang keahlian mahasiswa. “Sejak awal masuk, pihak kampus sudah mengimbau bagi mahasiswa yang punya keahlian untuk ikut UKM, itu sudah termasuk proses seleksi,” kata Ikhwan, Kamis (16/6).


Salah satu delegasi yang ikut dua kegiatan, KKN dan Pesona, menuturkan keresahannya. Luthfi mengaku fokusnya terbagi antara KKN dan kompetisi Pesona, sebab jadwal pelaksanaannya yang bentrok. Luthfi juga mengaku hal ini mengakibatkan jadwal latihannya menjadi sedikit berantakan. “Bentroknya waktu pelaksanaan membuat jadwal latihan intensif Pesona berantakan,” tutur Luthfi, Rabu (15/6).


Hal serupa turut dikeluhkan oleh Hasya, menurutnya dengan bentroknya dua kegiatan ini, dirinya harus bisa membagi waktu dengan baik. Ia juga mengaku gelisah terkait nasib nilai akhir KKNnya nanti. “Saya berharap pihak kampus, PPM, dan dosen pembimbing bisa berkomunikasi dengan baik, agar tidak berpengaruh ke nilai akhir KKN mahasiswa,” ujar Hasya, Minggu (19/6).


Tak hanya mereka, Okki, mahasiswa semester 6 juga mengutarakan keluhan serupa. Baginya kedua kegiatan itu sangat penting. Lanjut Okki, mahasiswa tidak bisa meninggalkan salah satu dari kegiatan tersebut. Ia berharap pihak kampus bersifat bijak dalam menyikapi hal ini. “Supaya mahasiswa mendapat keringanan dan tidak tertinggal dalam KKN,” ujar Okki, Selasa (21/6).


Pihak kampus langsung merespons terkait masalah tersebut. Ikhwan menegaskan, kampus akan memberikan surat tugas yang ditandatangani oleh rektor. “Kampus akan memberikan surat tugas, sebab ikut Pesona juga termasuk pengabdian,” jelasnya, Kamis (16/6).


Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta, Kamarusdiana, turut menanggapi bahwa PPM akan memberikan izin bagi delegasi yang mengikuti kompetisi tersebut. Kamarusdiana lanjut menuturkan, permasalahan tersebut tak akan berpengaruh ke nilai akhir KKN apabila ada komunikasi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing. “Komunikasikan dengan baik antara teman satu kelompok dan dosen pembimbing, pasti ada solusi terbaik,” pungkasnya, Kamis (16/6).

Reporter: M. Naufal Waliyyuddin

Editor: Nur Hana Putri Nabila


About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Gerakan Moxie Melawan Kesenjangan Gender Di Sekolah
Next post Tertahan KTM Mahasiswa Baru