Lestarikan Pencak Silat Sebagai Warisan Bangsa

Read Time:1 Minute, 53 Second

Kelatnas Indonesia Perisai Diri menggelar Open Tournament Banten Cup 4 2023. Pertandingan ini memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat. 

Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri menyelenggarakan Open Tournament Banten Cup 4. Turnamen pencak silat tingkat nasional ini diadakan di Gedung Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Perlombaan berlangsung pada 4–5 Maret 2023 dengan memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Piala Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Pembukaan pertandingan dihadiri oleh Ajat Sudrajat selaku Pembina Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tangerang Selatan (Tangsel), Setia Dea selaku Ketua Kelatnas, Sodikin sebagai kepala bidang olahraga dispora Tangerang Selatan, Ikhwan selaku Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beberapa guru besar dari berbagai perguruan pencak silat pun ikut hadir. 

Turnamen dibuka dengan pemukulan gong dan pertunjukan silat dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pertandingan berakhir dengan pengumuman juara, pembagian hadiah, dan pertunjukan hiburan dari Komunitas Musik Mahasiswa – Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan (KMM-RIAK). 

Ajat Sudrajat mengatakan pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama. Masuknya bela diri asing, ujar Ajat, membuat pencak silat terasingkan di tanah sendiri. Tetapi, Ajat menyatakan bahwa pencak silat telah menyebar di tujuh puluh negara di dunia. “Mari kita tunjukkan, pencak silat punya Indonesia dan ada di seluruh dunia,” jelasnya, Sabtu (4/3). 

M. Syarif Hidayatullah Akbar, selaku ketua pelaksana mengatakan Banten Cup 4 sebagai upaya dalam mendukung kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam mencetak atlet-atlet profesional. Syarif lanjut menjelaskan Banten Cup 4 merupakan turnamen pertama dari tiga turnamen sebelum yang dilaksanakan secara eksternal. “Pencak silat harus dijadikan sebagai budaya sehingga dipandang lumrah sebagai bela diri khas Indonesia,” tuturnya, Minggu (5/3). 

Sodikin mengapresiasi dan mendukung adanya pertandingan ini. Ia juga berpesan kepada para pendekar untuk pantang menyerah dan selalu berjuang dalam mengasah kemampuan walaupun sudah juara. “Capailah prestasi tertinggi dan berbaktilah dengan ikhlas dengan mengharap rida Tuhan,” ujarnya, Sabtu (4/3). 

Selaras dengan Sodikin, Setia Dea menuturkan Banten Cup menjadi bagian dari pembinaan atlet-atlet silat. Melalui pertandingan ini, tuturnya, menumbuhkan rasa cinta terhadap pencak silat dan menjunjung tinggi sportivitas. “Saya harap pertandingan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi di bidang pencak silat,” pungkasnya, Sabtu (4/3). 

Reporter: WMA

Editor: M. Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rektor Terpilih Siap Membawa Perubahan
Next post Pemandangan Bali di Kota Padang