UKM Tunjukkan Eksistensi di Kampus

Read Time:1 Minute, 45 Second

Forum UKM kembali menggelar acara Kampung UKM. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan wadah pengembangan non-akademik kampus pada mahasiswa baru.


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Kampung UKM pada 28 dan 29 Agustus. Beberapa rangkaian kegiatan Kampung UKM di antaranya pendirian stan, pawai, dan penampilan UKM. 

Dhimas Surya Pratama, Ketua Pelaksana Kampung UKM mengungkapkan, seluruh UKM UIN Jakarta turut berkolaborasi dalam pelaksanaan Kampung UKM. Hal yang berbeda dari Kampung UKM tahun lalu, lanjut Dhimas, ada pada waktu pelaksanaan serta lokasi pelaksanaan penampilan UKM.

“Kalau tahun ini momennya berbarengan dengan PBAK Universitas. Lalu, penampilan UKM diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution saat hari kedua PBAK,” kata Dhimas, Selasa (29/8).

Ketua Forum UKM—Forum yang menaungi UKM UIN Jakarta, Ansorullah mengatakan, pelaksanaan Kampung UKM adalah upaya menjaga budaya yang dapat mempererat hubungan antar-UKM. Tak hanya itu, rangkaian Kampung UKM juga merupakan upaya menunjukkan eksistensi UKM pada sivitas akademik UIN Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif teman-teman UKM. Karena pendanaan Kampung UKM tidak didukung, kami akhirnya mengumpulkan iuran sendiri” ujar Ansor, Selasa (29/8).

Helsa Hyancintha, pengurus Marching Band mengaku, keberadaan pawai UKM sangat berguna untuk mempererat hubungan antar-UKM. Selain itu, menurutnya, pawai merupakan ajang yang dapat menonjolkan ciri khas dari masing-masing UKM.

“Kita menjadi mahasiswa bukan mengejar akademik saja, bisa non akademiknya juga. Siapa tahu seseorang lebih unggul di non-akademik. Nah, cara nyalurinnya dengan ikut UKM,” lanjut Helsa, Selasa (29/8).

Pengurus Teater Syahid, Rizqy Firdaus menuturkan, pawai UKM berguna agar mahasiswa baru (maba) mengetahui bahwa kehidupan kampus bukan hanya perkuliahan saja. Namun, ia menyayangkan jumlah maba yang menonton pawai UKM hanya sedikit.

“Setiap UKM punya ciri khas masing-masing. Marching band dengan alat musiknya, teater dengan seninya,” ujar Rizqy, Selasa (29/8). 

Pengurus Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) Kalacitra, Sarah Nur Almaas menyatakan, penting bagi mahasiswa untuk bergabung dalam UKM. Menurutnya, UKM di UIN Jakarta yang bervariasi akan mengakomodir minat dan bakat mahasiswa dengan baik.

“Alasan mahasiswa harus mengikuti UKM, untuk mencari hal yang nggak didapat selama perkuliahan,” pungkas Sarah, Selasa (29/8).

Reporter: Shaumi Diah Chairani

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Hidupkan Budaya Lokal Melalui Seni dan Literasi
Next post Huru-Hara Penutupan PBAK 2023