Amburadul Penyelenggaraan Pemilwa

Read Time:4 Minute, 0 Second

Sema-U tidak menjalankan Pemilwa sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan. Pihak kemahasiswaan menegaskan anggaran Pemilwa akan dikembalikan ke universitas jika pelaksanaan Pemilwa melewati November.


Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) menjadi agenda tahunan yang cukup krusial. Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) mulai melaksanakan Pemilwa pada Rabu (27/9). Pelantikan Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) dan Badan Pengawas Pemilihan Mahasiswa (BPPM) telah berlangsung pada Kamis (19/10) secara daring. Padahal, berdasarkan lini masa yang ada seharusnya Sema-U sudah melaksanakan agenda tersebut pada Jumat (13/10). 

Salah satu Mahasiswa Program Studi (Prodi) Aqidah dan Filsafat Islam yang tidak lolos KPM, Mochammad Abu Dzar Al Ghiffari mengungkapkan tujuannya mendaftar KPM dan BPPM. Ia ingin menggunakan haknya sebagai mahasiswa serta merasakan euforia Pemilwa. Tak hanya itu, ia ingin terlibat dalam pesta demokrasi kampus dengan cara mengurusi penyelenggaraan Pemilwa. 

Menurut Ghiffari, Sema-U sudah melakukan transparansi, akan tetapi saat tes atau wawancara, dirinya tidak diloloskan padahal sudah memenuhi persyaratan. Sema-U harus bijak lagi, jangan melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan. “Pihak kampus harus mengatasi permasalahan kejelasan transparansi. Kemungkinan ada indikasi kecurangan, peserta menginginkan transparansi agar tahu alasan tidak lolos dan letak kesalahannya,” ujarnya, Senin (30/10).

Selaras dengan Ghiffari, Mahasiswa Prodi Dirasat Islamiyah yang tidak lolos KPM, Muhammad Taufiqurrahman mengatakan, tujuannya mendaftar adalah belajar politik dan ingin menyukseskan Pemilwa. Ia mengeluhkan kinerja Sema-U karena lini masa Pemilwa yang disebarkan secara mendadak. “Keluhan saya mengenai transparansi kelolosan KPM dan BPPM. Dalam Surat Keputusan (SK) Sema-U hanya ada layak dan tidak layak tanpa adanya penjelasan lebih jelasnya,” ujarnya Senin (30/10).

Taufiq menuturkan, Sema-U sama sekali tidak layak sebagai penyelenggara Pemilwa karena ada keberpihakan Sema-U terhadap satu golongan. Menurutnya, terdapat calon anggota KPM yang tidak layak tapi tetap lolos, sedangkan ada yang sudah memenuhi persyaratan tapi tidak lolos. “Semoga Sema-U bisa mengevaluasi kinerjanya. Kalau tidak mampu menyelenggarakan Pemilwa sesuai ketentuan ya alihkan saja kepada pihak kampus (kemahasiswaan),” ungkapnya.

Berbeda dengan keduanya, salah satu Mahasiswa UIN Jakarta yang lolos berinisial M menuturkan, dirinya mendaftar KPM dan BPPM karena ingin berperan aktif dalam penyelenggaraan Pemilwa. Menurutnya, Sema-U tidak menjalankan Pemilwa sesuai lini masa yang ada. Selain itu, dirinya mengeluh perihal transparansi nilai kelolosan KPM dan BPPM yang tidak ada keterangannya. “Semoga Pemilwa tahun ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kerusuhan,” ungkapnya, Senin (30/10).

Ketua Sema-U Muhammad Fadhil Bilad mengaku, Sema-U sudah melakukan prosedur Pemilwa dengan sangat baik. Nantinya jika ada peserta yang tidak lolos berkas saat pendaftaran calon pimpinan Organisasi Mahasiswa (Ormawa), mereka masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding pada BPPM maupun Musyawarah Perwakilan Mahasiswa (MPM). “Harapan saya hal tersebut dapat diakomodir dengan sangat baik, karena prinsipnya adalah patuh terhadap aturan yang berlaku,” ungkapnya, Senin (6/11).

Fadhil menyatakan, secara teknis tidak begitu banyak hambatan yang dilalui saat melakukan Pemilwa. Menurutnya Sema-U sudah menjalankan sesuai lini masa yang ada. Lanjut Fadhil, Sema-U sudah membentuk badan ad hoc penyelenggara Pemilwa yaitu KPM dan BPPM yang nantinya menyelenggarakan pesta demokrasi di kampus. “Ke depannya kami hanya mendapat progres laporan dari KPM dan BPPM terkait penyelenggaraan Pemilwa,” ujarnya.

Menanggapi transparansi Pemilwa, Fadhil menuturkan, Sema-U sudah memublikasikan kelolosan peserta yang menjadi KPM dan BPPM. Dirinya juga mengatakan, rapat dengan panitia pembentukan KPM dan BPPM yang menghasilkan beberapa agenda Pemilwa dilaksanakan secara daring. 

Fadhil melanjutkan, agenda Pemilwa dilakukan secara daring karena Sema-U menghargai  dan mengkaji aspirasi mahasiswa. Sema-U sudah mengadakan diskusi dengan jajaran pimpinan, hasilnya pelantikan KPM dan BPPM sudah berjalan secara daring. “Pastinya, jika itu lebih efektif dan efisien, kita manfaatkan yang terbaik,” tuturnya.

Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni Muhammad Furqon mengungkapkan, Sema-U tidak menjalankan lini masa Pemilwa yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April lalu. Dalam pelantikan KPM dan BPPM, Sema-U juga tidak menjalankan sesuai lini masa yang ada. Hal tersebut dikarenakan para penyelenggara berusaha mendengar aspirasi mahasiswa yang mengajukan tuntutan saat aksi. “Saat itu, kami langsung buatkan rapat bersama untuk mendiskusikan hal tersebut. Inilah yang menyebabkan mundurnya lini masa pelantikan,” ujarnya, Senin (6/11).

Furqon mengapresiasi kinerja Sema-U dengan beberapa catatan. Walaupun Sema-U menjalankannya tidak sesuai linimasa, mereka sudah bekerja keras menyiapkan Pemilwa dari proses pembentukan panitia hingga pelantikan KPM dan BPPM. Lanjut, Furqon mengatakan, pembentukan MPM sesuai dengan Undang-Undang (UU) Pemilwa yaitu dipilih oleh rektor dan kemahasiswaan. ”Pembentukan MPM sesuai dengan peraturan yang berlaku, Sema-U hanya merekomendasikan nama-nama untuk menjadi anggota MPM,” ujarnya.

Furqon mengatakan, MPM telah melaksanakan tugas sesuai fungsinya. Lalu, MPM sudah melakukan wawancara calon KPM dan BPPM serta ikut terlibat dalam rapat penyelesaian tuntutan aksi mahasiswa yang merasa tidak puas dengan hasil seleksi wawancara. “Pihak kemahasiswaan memberikan waktu Sema-U untuk menyelesaikan agenda Pemilwa di bulan November. Jika November tidak selesai, maka anggaran Pemilwa tidak dapat digunakan dan dikembalikan ke universitas,” pungkasnya, Senin (6/11).

Reporter: FH

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
25 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
75 %
Previous post Efek Konten Bela Palestina terhadap Komunikasi Dunia
Next post Suara Kebenaran dari Hak yang Terampas