Suara Gen Z Penentu Masa Depan

Read Time:1 Minute, 38 Second

Gen Z memiliki peran krusial dalam Pemilu 2024. Rasionalitas mereka diharapkan karena mendominasi jumlah pemilih nasional.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan Generasi Z (Gen Z) mendominasi Pemilihan Umum (Pemilu) dengan jumlah 46,8 juta jiwa. Pemilih muda mendominasi sebagian jumlah pemilih nasional. Dengan jumlah tersebut, hasil suara mereka akan menentukan nasib bangsa ke depannya.

Pakar Komunikasi Politik, Gun Gun Heryanto dalam diskusi “Podcast Game Changer” menyebutkan, pemilih dalam Pemilu terbagi dalam dua kategori. Pertama, pemilih rasional yang lebih melihat visi-misi dan program dari masing-masing Pasangan Calon (Paslon). Kedua, pemilih yang mempertimbangkan pilihannya dari sisi psikologis Paslon, baik kesamaan partai maupun karakter.

Selain itu, ujar Gun Gun, pemilih perlu membandingkan informasi yang tersebar di berbagai media. Tujuannya agar tidak mudah menerima informasi yang kurang akurat. “Pemilih juga harus mengetahui prosedur pemungutan suara yang tepat agar suara yang diberikan sah,” ujar Gun Gun, Jumat (2/2).

Gun Gun menegaskan, generasi muda dapat memilih calon pemimpin berdasarkan rasionalitas bukan sensasi. Pengalaman dan portofolio dari masing-masing Paslon dapat menjadi pertimbangan bagi pemilih. “Lebih penting mengkritisi substansi yang disampaikan masing-masing Paslon daripada menyukai gimmick,” ungkapnya.

Gun Gun menyatakan, partisipasi Gen Z sering dihubungkan dengan gimmick. Menurutnya, gimmick adalah alat penarik suara yang ampuh dalam kontestasi pemilu. Namun, proporsi gimmick dalam kampanye harus lebih kecil dari gagasan yang merupakan inti dari persaingan politik. “Gimmick tidak seharusnya sampai merendahkan dan tidak menunjukkan rasa hormat,” tuturnya.

Selaras dengan itu, Sosiolog UIN Jakarta, Tantan Hermansah memperhatikan, gimmick masing-masing Paslon lebih berkesempatan menarik dukungan Gen Z. Mereka menyukai strategi kampanye menghibur semacam itu untuk melepas penat.  

Akan tetapi, Tantan menyarankan generasi muda untuk memilih calon pemimpin berbasis rasionalitas. “Saya berharap, generasi muda dapat memanfaatkan potensi untuk memperbanyak literasi politik,” jelas Tantan, Jumat (2/2).

Tantan berharap, masyarakat khususnya generasi muda dapat berpikir kritis dalam mempertimbangkan pilihannya dalam Pemilu 2024. “Pemilih muda sebagai partisipan terbesar diharapkan dapat menentukan calon pemimpin terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: RIN

Editor: Shaumi Diah Chairani

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Krisis Pangan Intai Indonesia
Next post Tempuh Banyak Cara Selamatkan Warga Negara