Jejak Juang Pakar Bahasa Asing

Read Time:1 Minute, 52 Second

Kegemaran Alek terhadap Bahasa Inggris menjadikannya Profesor yang berprestasi. Pengalaman dan keahliannya dapat memotivasi pelajar untuk menguasai bahasa asing.


Alek merupakan seorang Profesor dan Dosen Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada tahun 1992, ia menempuh pendidikan Strata Satu (S-1) di Universitas Satria Makassar Program Studi (Prodi) Sastra Inggris. Lalu, melanjutkan program Magister dan Doktoral bidang Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Saat Alek duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia menganggap Bahasa Inggris penting dan gemar mempelajarinya. Ia sempat merasa kesulitan mempelajari bahasa internasional itu. Dengan kegigihannya, ia dapat konsisten belajar menguasai Bahasa Inggris hingga dewasa.

Alek lulus sebagai Doktor bidang Pendidikan Bahasa di UNJ. Ia meraih predikat Cum Laude dengan disertasinya yang berjudul “Discourse Unity in Senior High School English Textbooks Written by Indonesian Writers”. Dari disertasinya itu, ia berpesan kepada penulis Indonesia agar meningkatkan pemahaman tentang teori kewacanaan dan melakukan pelatihan menulis.

Alek menempuh program Post-Doctor di Ohio State University (OSU). Saat itu, dirinya melakukan kolaborasi penelitian bersama empat profesor di Allian International University. Penelitian tersebut berjudul “American Educators and Democratic Educational Principles and Practices” yang diunggah di jurnal internasional. Selain itu, Alek sempat menjadi Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2015-2019. “Saat itu saya berharap untuk meningkatkan akreditasi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menjadi Unggul. Akhirnya pada saat itu bisa tercapai,” ungkapnya, Kamis (22/2).

Pada perjalanannya meraih gelar Profesor, Alek sempat mengalami beberapa kesulitan, salah satunya saat penulisan dan penerbitan artikel. Pada masa itu, Alek menulis artikel secara manual dan harus menunggu untuk dinilai oleh dua profesor lain. Untuk mendapatkan skor dan unggahannya, Alek harus menunggu sampai delapan tahun.

Salah satu hal yang memotivasi dirinya untuk konsisten dan terus belajar adalah kalimat “The only thing I know in my life, that I know nothing”. Kalimat tersebut bermakna jangan merasa sudah mengetahui segala hal. “Dengan ketidaktahuan yang kita miliki, akan membuat kita terus belajar dan mencari tahu,” ucapnya.

Alek berpesan kepada mahasiswa untuk selalu belajar dan meningkatkan keahlian di bidang bahasa, khususnya Bahasa Inggris atau bahasa asing. “Teruslah memahami dan mengulang tiap kosakata suatu bahasa. Kembangkan potensi menulis dan berbicara dengan bahasa yang sedang dipelajari,” pungkasnya.

Reporter: RIN

Editor: Shaumi Diah Chairani

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Desak Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Demokrasi
Next post Waktu Ciputat Bagian Ngabuburit