Penerjemah Isyarat Ciptakan Wisuda Inklusif 

Penerjemah Isyarat Ciptakan Wisuda Inklusif 

Read Time:3 Minute, 3 Second

UIN Jakarta mengawali langkah inklusif dengan menghadirkan penerjemah bahasa isyarat untuk bacaan Al-Qur’an.


Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Wisuda ke-137 di  Auditorium Harun Nasution pada Sabtu (23/8). Acara tersebut  berlangsung dari pukul 8.00–13.00 WIB dengan dihadiri oleh 685 wisudawan/wisudawati. 

Acara wisuda kali ini menghadirkan inovasi baru, yaitu penerjemah qari dengan menggunakan bahasa isyarat. Hal ini menjadi yang pertama sepanjang sejarah wisuda UIN Jakarta. Qari beserta penerjemahnya berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (Hiqma). 

Muhammad Dzikra Rantona—erat disapa Dzikra, selaku penerjemah bahasa isyarat mengaku, dirinya berlatih bahasa isyarat selama tiga bulan untuk persiapan tampil pada acara wisuda ke-137. Dzikra mendapatkan pelatihan dari pihak eksternal, namun difasilitasi oleh UKM Hiqma. 

“Jadi, di Hiqma baru tahun ini ada pembelajaran seperti itu. Alhamdulillahnya, kami persiapan itu sekitar tiga sampai empat bulan, untuk pelatihnya itu diambil dari luar.” ujar Dzikra, Sabtu (23/8). 

UKM Hiqma memilih Dzikra lantaran ia sering menghadiri pelatihan tersebut. Berkat konsistensi hadir dan kompetensi yang dinilai memadai, akhirnya ia terpilih. Lanjut Dzikra, pelatihan itu awalnya hanya dibuka untuk anggota Hiqma saja. Pelatihan ini nantinya akan dibuka untuk umum. 

“Jadi untuk pelatihan ini, pertama itu dibuka untuk anggota Hiqma, siapa yang mau latihan. Kalau kita anak Hiqma sudah bisa, baru dibuka pelatihan secara umum,” ungkap Dzikra. 

Ia berharap kehadiran penerjemah qari menggunakan bahasa isyarat tidak berhenti sampai di acara itu . Menurutnya, program itu sangat membantu orang yang memiliki keterbatasan pendengaran agar mampu memahami isi ayat Al-Qur’an yang dibacakan.

Sementara itu, Wildan Miftahudin, Ketua UKM Hiqma 2025 mengatakan, awalnya UKM Hiqma melakukan audiensi ke Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) untuk pembelajaran Al-Qur’an Isyarat. 

“Saat itu kami menyelaraskan visi dan misi, salah satunya adalah pembelajaran Al-Qur’an isyarat. Alhamdulillah, kurikulum, metode mengajar, dan teknis pembelajaran sudah disiapkan,” kata Wildan, via WhatsApp, Sabtu (23/8). 

Ia menambahkan, Wakil Rektor (Warek) III, Kepala Bidang Kemahasiswaan, dan Dewan Pengawas Organisasi (DPO) Hiqma sangat mendukung program penerjemah Al-Quran bahasa isyarat itu. 

Wildan mengungkapkan, Hiqma UIN Jakarta telah menyiapkan 10 anggota yang dilatih secara intensif untuk mempelajari Al-Qur’an isyarat. Dari jumlah tersebut, para anggota mendapatkan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan hingga dipilih yang terbaik untuk ditampilkan pada acara Wisuda UIN Jakarta.

Kepala Tim Kemahasiswaan, Muhammad Furqon mengatakan, tujuannya menampilkan penerjemah bahasa isyarat adalah untuk menghadirkan Al-Qur’an dalam ruang kebersamaan yang lebih luas. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya untuk mereka yang bisa mendengar dengan telinga, tetapi juga untuk orang-orang yang menerima maknanya dengan mata dan hati.

Ia menambahkan, wisuda adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan program itu. Menurutnya, momen itu dilaksanakan saat petinggi kampus dan civitas academica ikut hadir menyaksikan. “Karena wisuda adalah tempat di mana semua pimpinan dan tenaga pendidik hadir, semua media ikut meliput, dan masyarakat dari kalangan orang tua juga ikut menyaksikan,” kata Furqon, via WhatsApp, Sabtu (23/8). 

Di sisi lain, Tri Utami, wisudawati Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Program Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) menuturkan, sebelumnya, ia sudah mengetahui adanya penerjemah qari menggunakan bahasa isyarat karena sudah melakukan gladi bersih di Auditorium Harun Nasution sehari sebelum wisuda. 

“Waktu kemarin sempat diberi tahu karena kemarin gladi. Katanya di 137 (wisuda) ini untuk pertama kalinya dari Hiqma menampilkan penerjemah Al-Quran menggunakan bahasa isyarat,” kata Tri Utami, Sabtu (23/8). 

Menurutnya, momen tersebut adalah ide baru untuk membantu orang-orang yang memiliki keterbatasan pendengaran. Ia berharap, program tersebut dapat terus berlanjut karena bermanfaat untuk orang-orang banyak.

Reporter : Ilham Hidayat, Muhammad Firda Hasan
Editor : Rizka Id’ha Nuraini

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Ruang Seni, Tempat Potensi Bersemi Previous post Ruang Seni, Tempat Potensi Bersemi
Peredaran Rokok Ilegal, Negara Rugi Triliunan Next post Peredaran Rokok Ilegal, Negara Rugi Triliunan