Forum UKM Kritik SEMA–DEMA

Forum UKM Kritik SEMA–DEMA

Read Time:2 Minute, 43 Second
Forum UKM Kritik SEMA–DEMA

Forum UKM menggelar aksi panggung dan parade perkenalan UKM dan LO di UIN Jakarta. Acara disertai dengan aksi kritik menyoal kinerja DEMA-U dan SEMA-U.


Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdiri dari enam belas UKM dan tiga Lembaga Otonom (LO), menggelar aksi panggung serta parade perkenalan di Auditorium Harun Nasution.

Lewat penampilan itu, mereka mempertontonkan keresahan seorang manusia urban. Tak hanya itu, penampilan juga diiringi dengan penyampaian keresahan terhadap kinerja Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) dan Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U). 

Rangkaian kegiatan itu diawali aksi teatrikal dengan menampilkan keresahan dua orang yang tengah menjalani hiruk pikuk perkotaan. Mereka memperlihatkan keresahan masyarakat kota yang cukup beragam, mulai dari kesibukan perkotaan, hingga kondisi ekonomi dan sosial masyarakat perkotaan. Lantunan musik dari UKM KMM Riak dan UKM Marching Band turut mengiringi aksi teatrikal tersebut. Aksi teatrikal juga dimeriahkan dengan nyanyian dari UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) dengan latar layar yang bertuliskan jerit keresahan masyarakat perkotaan.

Salah satu penampil teatrikal, Fathul Habib Sholeh menerangkan, penokohan yang ia perankan adalah sifat, yakni sebuah kesibukan. Sedangkan lawan mainnya, Asiatil Mardiah, sebagai masyarakatnya. “Tadi yang ingin disampaikan, bahwa segala hal yang kita jalani, baik sebagai mahasiswa atau masyarakat, ya, sudah jalanin aja. Penampilan itu diekspresikan lewat gerakan badan tanpa suara,” tutur Fathul, Rabu (27/8). 

Setelah penampilan drama, acara dilanjutkan dengan parade seluruh UKM dan LO. Secara bergantian, perwakilan UKM dan LO memasuki Auditorium Harun Nasution dengan mengenakan atribut yang melambangkan bidang UKM dan LO tersebut. Tak hanya itu, parade juga dimeriahkan dengan aksi flying fox dari Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batutah (KMPLHK RANITA) dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia.

Selepas parade, acara dilanjut dengan orasi kritis dari Forum UKM. Mereka mengkritisi kinerja SEMA-U dan DEMA-U, pudarnya aktivisme di Ciputat, dan minimnya keberadaan DEMA-U dan SEMA-U dalam berbagai gerakan mahasiswa. Aksi orasi juga diwarnai dengan menyebar selebaran yang berisi kritik terhadap kedua ormawa tersebut. Selain itu, banner berisi protes juga dibentangkan oleh Forum UKM di depan podium dan lantai dua Auditorium. 

Aziza Sulistyawati, sebagai orator menuturkan, penampilan orasi itu merupakan kolaborasi dari keresahan kolektif Forum UKM yang disampaikan melalui dirinya. Lebih Lanjut, Aziza memberi penjelasan bahwa orasinya itu menyoal aktivisme intelektual di Ciputat yang redup akibat minimnya naungan SEMA-U dan DEMA-U. 

Kemudian, Aziza berharap dari rangkaian mahasiswa baru dapat lebih kritis dalam menyikapi organisasi Mahasiswa (Ormawa). “Mereka (SEMA-U dan DEMA-U) tidak mewadahi daripada aspirasi Forum UKM, jadi semua itu merupakan keresahan dari Forum UKM,” terang Aziza. 

Ananda Dwi Pangestu, selaku Ketua Forum UKM mengungkapkan, aksi teatrikal itu berangkat dari keresahan manusia akibat dinamika sosial dalam kehidupan di perkotaan. Dinamika sosial itu ditandai dengan mobilisasi yang tinggi, di mana realitas menuntut seseorang untuk bisa segala hal. “Melihat fenomena yang terjadi di dekat kita juga, makanya kita bawa keresahan sebagai mahasiswa, akhirnya kita ketemu poin keresahan di SEMA-U dan DEMA-U,” ujarnya. 

Menurut Ananda, penampilan itu merupakan kritik terhadap kepengurusan DEMA-U dan SEMA-U saat ini. Ananda berharap agar kedepannya SEMA-U dan DEMA-U dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai penggiat politik kampus. 

Reporter: Adam Alfarraby, Rifki Kurniawan
Editor: Muhammad Arifin Ilham

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Posko KKN Rawan Kemalingan Previous post Posko KKN Rawan Kemalingan
Bubarkan Upacara Tanpa Arahan Resmi Next post Bubarkan Upacara Tanpa Arahan Resmi