Regenerasi Organisasi Kampus Lewat Kampung UKM

Regenerasi Organisasi Kampus Lewat Kampung UKM

Read Time:2 Minute, 7 Second
Regenerasi Organisasi Kampus Lewat Kampung UKM

Tidak hanya sebatas pengenalan organisasi, kampung UKM juga menjadi sarana mahasiswa baru untuk mengenal, mengekspresikan diri, sekaligus menemukan wadah organisasi yang sesuai dengan minat mereka


Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang merupakan kolaborasi enam belas UKM dan tiga Lembaga Otonom (LO) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, menyelenggarakan Kampung UKM pada Sabtu (6/9). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung di lapangan Koperasi Mahasiswa (Kopma), area depan Student Center (SC), Aula SC, dan Aula Madya lantai 2. 

Kampung UKM dihadiri oleh mahasiswa baru dari dua belas Fakultas yang terbagi menjadi empat sesi. Sesi satu dimulai pukul 07.00–09.30 dihadiri oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), serta Fakultas Ushuluddin (FU). Sesi kedua dimulai pukul 09.30–12.00 yang dihadiri Fakultas Adab Humaniora (FAH), Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Psikologi (FPSI). 

Kemudian, dilanjut sesi tiga pada 13.00–15.00 yang dihadiri Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bersama Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Terakhir, sesi empat dimulai pukul 15.00–17.00, dihadiri oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). 

Ketua Pelaksana Kampung UKM, Ibrahim Haikal Putra Abadi mengatakan, tujuan diadakannya Kampung UKM tidak hanya memperkenalkan organisasi kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga memastikan adanya regenerasi dari masing-masing UKM. “Kampung UKM ini ibarat pesta kita bersama, sekaligus ajang pendaftaran mahasiswa baru untuk mencari penerus masing-masing UKM dan LO,” ujar Haikal, Sabtu (6/9).

Ia menambahkan, acara ini juga sebagai bentuk media kritik melalui karya. Menurutnya, kritik yang disampaikan lewat mural, seni, dan karya mahasiswa, memiliki nilai berbeda dibanding kritik yang disampaikan melalui orasi. “Kalau organisasi lain mungkin lewat massa dan orasi, kalau kita memilih lewat karya,” tegasnya.

Ia juga berharap, Kampung UKM di tahun berikutnya dapat berkembang lebih baik dari tahun sebelumnya. Evaluasi perlu terus dilakukan agar kegiatan Kampung UKM tidak monoton. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan Kampung UKM akan memperkuat posisi Forum UKM di tengah organisasi kampus. “Hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan tahun depan harus lebih baik daripada tahun ini,” harapnya.  

Terselenggaranya Kampung UKM mendapat respons yang positif dari mahasiswa baru. Vakha Aisyah Syarakisa, Mahasiswa  Program Studi Pendidikan Matematika menuturkan, acara Kampung UKM memberi kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal berbagai organisasi kampus. “Seru banget sih, soalnya kita jadi tau UKM apa aja yang ada di UIN Jakarta,” ujar Vakha, Selasa (6/9).

Reporter: Muhammad Firda Hasan 
Editor: Rizka Id’ha Nuraini

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Memadu Resah dalam Pengenalan UKM–LO Previous post Memadu Resah dalam Pengenalan UKM–LO
Belum Sepenuhnya Dikabulkan DPR Next post Belum Sepenuhnya Dikabulkan DPR