
Keterlambatan pihak fakultas memperbaiki atap bocor di beberapa ruang kelas menimbulkan keluhan mahasiswa. Hal itu bahkan sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan.
Kebocoran atap di kelas 306—jika di E-Semesta— atau 327—jika di AIS—, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi perhatian. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan kebocoran atap yang tidak kunjung diperbaiki, sehingga membuat ketidaknyamanan saat proses pembelajaran berlangsung. Semakin deras hujan turun, semakin deras pula bocor yang ditimbulkan, hal inilah yang menyebabkan munculnya keluhan dari mahasiswa.
Salah satu keluhan datang dari Javina—bukan nama sebenarnya—mahasiswi Program Studi (Prodi) Sosiologi. Javina mengaku, kebocoran atap di kelas 306 atau 327 memengaruhi konsentrasi belajar dan mengajar mahasiswa dan dosen. “Biasanya dosen suka minta buru-buru untuk selesai kelas, ketika hujan di Sore hari. Terus ember harus diletakkan di bawah kebocoran, jadi harus dipanggil dahulu petugas kebersihan untuk meletakkan embernya,” ujar Javina, Jumat (05/12).
Javina beserta teman-temannya pernah melaporkan kebocoran kelas tersebut kepada dosen yang merupakan Wakil Dekan (Wadek) II bidang administrasi umum, Cucu Nurhayati. Para dosen pun didesak mahasiswa atas keadaan kelas yang tidak kondusif. Kelas juga sering kali ditinggalkan karena mengurus kebocoran kelas 306 atau 327.
“Biasanya kita lewat dosennya langsung, kebetulan dosennya Ibu Cucu yang mengurus hal seperti ini. Beliau juga kelihatan gelisah dan risau, Ibu Cucu juga sering tidak datang karena mengurus kebocoran kelas 306 atau 327. Selain itu penjelasan para dosen menjadi kurang maksimal karena adanya distraksi dari kebocoran,” jelas Javina.
Selaras dengan Javina, Hasanah mahasiswi Sosiologi, semester tiga juga merasakan ketidaknyamanan saat ingin belajar. Air yang bocor dari atap mengotori lantai, disebabkan karena para mahasiswa menginjak lantai yang terkena air dari kebocoran atap kelas. “Dosen juga menanyakan mengapa saat memasuki kelas lantai sangat kotor. Ternyata air tersebut dari atap yang bocor di kelas 306, lalu terinjak oleh para mahasiswa,” ucap Hasanah, Jumat (05/12).
Harapannya pihak fakultas dapat segera melakukan tindakan pada atap bocor di ruang 306 atau 327 lantai tiga Fisip. Bukan hanya sekadar memberikan ember untuk menampung air yang bocor. “Perlu segera dibenahi yang bocor, karena sangat mengganggu terlebih bocornya di dekat tempat dosen. Dosen pun juga harus memindahkan kursi dan meja untuk menghindari bocor,” ujar Hasanah, Jumat (05/12).
Sementara itu, Institut sudah menghubungi pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sejak Minggu, 30 November 2025. Namun setelah tulisan terbit pihak fakultas juga belum memberi tanggapan terkait keluhan mahasiswa terhadap kebocoran atap FISIP di kelas 306 atau 327 lantai tiga yang mengganggu proses pembelajaran mahasiswa di UIN Jakarta.
Reporter : RAA
Editor : Ilham Hidayat
