Keluh Kenyamanan Musala Fakultas Ushuluddin

Keluh Kenyamanan Musala Fakultas Ushuluddin

Read Time:1 Minute, 52 Second
Keluh Kenyamanan Musala Fakultas Ushuluddin

Saluran pembuangan air yang tersumbat dan kipas angin yang tidak berfungsi secara optimal membuat mahasiswa tidak nyaman beribadah di musala lantai lima FU. Keterbatasan anggaran menyebabkan perbaikan tersebut tak kunjung dilakukan.


Fakultas Ushuluddin (FU) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki dua musala yang dapat digunakan oleh mahasiswa, yaitu pada lantai lima dan lantai tujuh. Namun, salah satu musala tersebut berada dalam kondisi yang kurang terawat. Tersumbatnya saluran pembuangan air dan kipas angin yang tidak berfungsi secara optimal menuai keluhan dari mahasiswa.

Terlebih, musala tersebut tidak hanya digunakan oleh mahasiswa FU, akan tetapi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKom) turut memanfaatkan musala itu karena berada dalam satu gedung yang sama. 

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hadist, Dhimas Nabil Fajar Kusuma menjelaskan, dirinya mengaku tidak nyaman dengan kondisi musala itu. Penyumbatan saluran pembuangan air tersebut menimbulkan genangan di area wudu pria sehingga mengakibatkan lantai menjadi licin. Maka dari itu, ia lebih memilih salat di masjid Student Center (SC). 

Menurutnya, penyumbatan saluran pembuangan air juga berdampak pada kebersihan di tempat wudu tersebut. “Daerah tempat wudunya penuh dengan air bekas, jadi kayak kolam renang jatuhnya. Terus, yang bikin saya jijik juga itu banyak ingus, segala macam, reak-reak. Jadi, kalau dilihat secara kebersihannya sangat tidak bersih lah,” jelas Dhimas, Jumat (21/11).

Di samping area wudu pria yang licin dan berlumut akibat genangan, Zaki Arifin, mahasiswa Prodi Jurnalistik turut mengeluhkan kipas angin yang tidak berfungsi secara optimal. Hal itu membuatnya tidak nyaman sebab suhu ruangan yang selalu panas. 

Ia merasa perlu adanya kerja sama antara kedua fakultas tersebut dalam membenahi musala di lantai lima itu. “Nah, Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu satu gedung. Kenapa gak bekerja sama buat musala yang lebih baik, yang lebih bagus?” ujar Zaki, Senin (8/12).

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FU, Lilik Ummi Kaltsum, mengaku telah mengetahui berbagai keluhan dari mahasiswa terkait kendala fasilitas-fasilitas di FU, terutama musala di lantai lima. 

Ia menyampaikan, sebenarnya FU sendiri telah memiliki daftar fasilitas-fasilitas yang rusak dan perlu perbaikan. Namun, keterbatasan anggaran menyebabkan perbaikan tersebut tidak bisa dilakukan dengan segera. “Kita tuh sudah ada tautan pengaduan, tapi bukan berarti kita nggak mengawasi,” jelas Lilik, Kamis (4/12).

Reporter: MHR
Editor: Adam Alfarraby

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Di Balik Wajah Hijau Geothermal Gede Pangrango Previous post Di Balik Wajah Hijau Geothermal Gede Pangrango
Mahasiswa Keluhkan Kondisi Halte Depan Kampus Satu Next post Mahasiswa Keluhkan Kondisi Halte Depan Kampus Satu