Mahasiswa Keluhkan Kondisi Halte Depan Kampus Satu

Mahasiswa Keluhkan Kondisi Halte Depan Kampus Satu

Read Time:3 Minute, 16 Second
Mahasiswa Keluhkan Kondisi Halte Depan Kampus Satu

Mahasiswa mengeluhkan kondisi Halte Depan kampus satu UIN Jakarta yang bocor ketika hujan dan gelap saat malam. Kondisi itu menimbulkan ketidaknyaman bagi mahasiswa saat menunggu transportasi umum.


Melansir uinjkt.ac.id, pada Agustus 2009, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta membangun halte di depan Kampus 1 UIN secara mandiri dengan dana sebesar Rp500 juta dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Menurut Kementerian Hukum Republik Indonesia, DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran pemerintah pusat yang disusun oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. DIPA berfungsi sebagai dasar pelaksanaan anggaran setelah mendapat pengesahan Kementerian Keuangan.  

Namun, kini halte tersebut mendapat sorotan mengenai kondisinya yang minim penerangan dan atapnya bocor saat hujan. Berdasarkan pengamatan Institut pada (5/11), beberapa titik atap halte terlihat rusak dan lampu halte tidak menyala pada malam hari.

Keluhan terkait kondisi halte tersebut diungkapkan langsung oleh Muhammad Rafli, mahasiswa Program Studi (Prodi) Dirasat Islamiyah. Ia menceritakan pengalamannya menunggu transportasi umum di halte saat hujan deras. “Tiba-tiba air keluar deras dari atap dan lampu. Pantas saja ketika malam lampunya tidak menyala,” ujar, Rafli Senin (10/11).

Menurutnya, hal itu membuat mahasiswa lain harus berteduh di sudut halte yang sempit. Ia menambahkan, suasana halte yang gelap pada malam hari membuat mahasiswa merasa khawatir akan keamanan. 

Selain kondisi halte yang memprihatinkan, Rafli juga menyoroti lingkungan sekitar halte. Ia mengeluhkan area halte sering tercium bau pesing dan dipenuhi angkot yang ngetem terlalu lama hingga menghambat arus lalu lintas. Ia berharap kampus segera memperbaiki atap halte dan menata kawasan halte agar lebih aman dan nyaman bagi mahasiswa.

Selaras dengan Rafli, Dzafirah Kurnia Ashila, mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), juga mengeluhkan kondisi halte di depan kampus satu UIN Jakarta. Menurutnya, beberapa bagian atap halte bocor saat hujan dan pencahayaan di halte sangat minim. Akibatnya, menunggu transportasi umum di halte menjadi tidak nyaman. “Saya agak takut menunggu di halte saat malam hari karena gelap,” jelas Dzafirah, Senin (10/11).

Dzafirah menyoroti terkait tidak adanya pemeliharaan dari kampus terhadap kondisi halte yang telah lama rusak. Ia berharap agar penerangan halte segera diperbaiki dan disediakan tempat duduk untuk menunggu transportasi umum.

Merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2012, halte yang baik harus memiliki penerangan minimal 95 persen. Sementara itu, Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 menetapkan atap halte wajib melindungi pengguna dari hujan. Peraturan tersebut juga mewajibkan adanya fasilitas kebersihan dan informasi keamanan.

Kondisi halte UIN saat ini masih jauh dari standar tersebut. Beberapa titik atap bocor saat hujan, lampu tidak menyala di malam hari, dan fasilitas pendukung kurang memadai. Akibatnya, menunggu transportasi umum menjadi tidak nyaman dan menimbulkan kekhawatiran bagi mahasiswa.

Menanggapi hal ini, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Abdul Halim Mahmudi, menjelaskan UIN Jakarta yang membangun halte tersebut. Meskipun UIN menyediakan fasilitas, halte ini berada di luar kampus dan digunakan banyak orang. Oleh karena itu, pengelolaannya dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar tertib. Namun, pengawasan dan pembersihan kerap dilakukan oleh pihak kampus karena Pemkot sering disibukkan dengan urusan lain.

Halim menambahkan halte UIN sering disinggahi berbagai kendaraan umum, termasuk bus, angkot, dan ojek online. Kondisi itu membuat area halte terkadang tampak kumuh. Berdasarkan pengamatan Institut, halte tersebut dilalui Transjakarta S21, dan S22, serta angkot D01, D02, dan S10, menunjukkan tingginya jumlah kendaraan yang berhenti di halte.

Meski begitu, Abdul Halim mengaku pihaknya hanya mengetahui adanya coretan vandalisme dan tumpukan angkot di sekitar halte. Kendati demikian, ia tampak belum mengetahui jika kondisi halte kini gelap dan mengalami kebocoran. Ia menambahkan bahwa pihak kampus berencana memasang CCTV dan menempatkan beberapa petugas keamanan di halte sebagai bagian dari revitalisasi kampus.

Abdul Halim juga mengimbau mahasiswa untuk menyampaikan keluhan terkait fasilitas kampus melalui laman Simantra.id agar segera ditindaklanjuti oleh pihak kampus. Ia berharap mahasiswa berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus. “Kami berharap mahasiswa ikut merawat fasilitas kampus agar tetap bersih dan nyaman digunakan bersama,” ujar Abdul Halim, Rabu (12/11).

Reporter: SFA
Editor: Ilham Hidayat

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
100 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Keluh Kenyamanan Musala Fakultas Ushuluddin Previous post Keluh Kenyamanan Musala Fakultas Ushuluddin
Masih Minim Pemilahan Sampah Next post Masih Minim Pemilahan Sampah