Fenomena Burnout Saat Menjelang Ujian

Fenomena Burnout Saat Menjelang Ujian

Read Time:2 Minute, 24 Second
Fenomena Burnout Saat Menjelang Ujian

Burnout seringkali terjadi pada mahasiswa saat menjelang ujian. Hal ini disebabkan kecemasan berlebih mahasiswa menghadapi persiapan ujian.


Dilansir dari detik.com, burnout adalah suatu kondisi kelelahan emosional, mental, hingga fisik karena stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Burnout seringkali terjadi pada mahasiswa saat menjelang ujian. Menurut studi Health Line, tercatat sebanyak 40% mahasiswa mengalami burnout. Ketika menjelang ujian burnout ini lebih meningkat atau melonjak rata-rata 35% pada periode peak-stress (ujian).

Berdasarkan penelitian Rahmawati pada tahun 2020 dalam Jurnal Ulibrary Universitas Komputer Indonesia, terdapat beberapa indikator ketika seseorang mengalami burnout, yaitu kelelahan fisik, kelelahan mental emosional, sikap, rasa percaya diri rendah, dan kurang motivasi atau jenuh. 

Merujuk pada penelitian yang dilakukan Mahmud dalam Jurnal Didaktika menunjukkan bahwa beban tugas akademik, deadline ketat adalah penyebab utama stres pada mahasiswa. Kasus ini menunjukkan bahwa mahasiswa sendiri mengakui fenomena stres puncak menjelang ujian sebagai tantangan serius dalam kesejahteraan akademik. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan motivasi, produktivitas, serta sikap negatif dan perasaan putus asa.

Daffa, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), mengaku merasakan stres berlebih saat menjelang ujian. Hal itu memengaruhi mental Daffa saat menjalani rutinitasnya. “Ada pressure, seperti nilai-nilai harus bagus, dan pertanyaan ujian yang susah. Jadi overthinking nilai tidak sesuai ekspektasi, dan harus mengulang tahun depan, ” ujar Daffa, Senin (23/11).

Ia juga merasakan stres dan kelelahan yang berbeda ketika menjelang ujian dibandingkan saat awal semester. Sebab, saat menjelang ujian ia merasa cemas karena takut materi yang tidak sesuai saat ujian berlangsung. “Takut apa yang saya pelajari tidak keluar saat ujian. Soalnya kalau sampai mengulang tahun depan, pasti nambah semester dan tidak lulus tepat waktu,” tambahnya. 

Maolidah, Dosen Psikologi Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mendukung fenomena burnout pada mahasiswa menjelang ujian. Menurutnya, fenomena tersebut terjadi akibat beberapa faktor, salah satunya kecemasan yang berlebihan. 

“Mahasiswa mau yang serba cepat. Ketika ujian Senin, Sabtu atau Minggu baru belajar. Budaya seperti ini sering terjadi di era digital yang merubah tatanan pikiran. Pola seperti inilah yang mengakibatkan mahasiswa mudah mengalami burnout saat menjelang ujian,” ucap Maolidah. Jumat, (21/11).

Maolidah menjelaskan burnout dapat menyebabkan gangguan mental berupa perubahan emosi, pikiran, atau perilaku ke arah yang negatif, seperti menunda tugas, hilang semangat, gaya hidup yang tidak seimbang, dan sebagainya. Menurutnya terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan mahasiswa ketika burnout terjadi.

Maolidah menjelaskan ketika mahasiswa dalam fase overthinking yaitu kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan. Mahasiswa perlu menerima rasa tidak nyaman yang dirasakan. Setelah itu mencari tahu penyebab terjadinya rasa tidak nyaman tersebut. Selain hal tersebut perlu juga mengonsumsi makanan yang dapat memenuhi nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, kalsium, dan sebagainya. 

Ia juga menekankan fokus terhadap diri yang positif menjadi hal penting yang harus dilakukan mahasiswa ketika burnout terjadi, dengan mencari kelebihan yang dimiliki, dan afirmatif yaitu mengucapkan atau memikirkan pernyataan positif, seperti “saya mampu” dan “saya berharga” terhadap diri sendiri, sehingga mahasiswa tidak hanya fokus pada kekurangan dalam dirinya.

Reporter: RAA
Editor: Rifki Kurniawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Di Balik Wajah Hijau PLTP Gede Pangrango Previous post Di Balik Wajah Hijau PLTP Gede Pangrango
Masih Setengah Hati Terapkan Mitigasi Bencana Next post Masih Setengah Hati Terapkan Mitigasi Bencana