Kafe Klasik Bernuansa Antik

Read Time:2 Minute, 27 Second

Menjelajah barang klasik yang semakin punah di Kampoeng Gallery. Tempat nongkrong sejuta edukasi di sudut Stasiun Kebayoran.

Kampoeng Gallery adalah tempat nongkrong berseni tahun 1990-an yang berdiri sejak tahun 2010 lalu, keberadaannya membuat ramai orang tertarik untuk berkunjung. Perjalanan ke Kampoeng Gallery pengunjung bisa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dan berhenti di Stasiun Kebayoran. Sebab,  Kampoeng Gallery terletak di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sekitar 200 meter dari Stasiun Kebayoran.

Tak hanya menjadi tempat nongkrong, Kampoeng Gallery menyediakan banyak koleksi pribadi milik pemiliknya, Ivan Moningka yang bernuansa 1990-an. Mulai dari buku-buku, mobil hot wheels, piringan hitam grup musik ternama pada zamannya, hingga berbagai macam majalah. Selain itu, terdapat kafe yang menyajikan aneka minuman mulai dari harga 5 ribu dan makanan mulai dari harga 10 ribu hingga 25 ribu. 

Tempat nongkrong bernuansa antik ini banyak dikunjungi oleh anak-anak muda hingga orang tua. Sebab, koleksi yang tersedia menjadi daya tarik pengunjung. Kampoeng Gallery buka tiap hari dari pukul 11.00–23.00 WIB yang membuat pengunjung bebas untuk datang tanpa terburu-buru oleh waktu.

Pemilik Kampoeng Gallery, Ivan menjelaskan latar belakang mendirikan Kampoeng Gallery karena hobi. Sebab, sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) Ivan memiliki ketertarikan terhadap sejarah sehingga mengulik lebih dalam mengenai sejarah dengan membaca buku. “Saya ingin tau sejarah perang dunia, dan peradaban manusia dengan membaca buku sejarah,” ungkapnya saat dijumpai di Kampoeng Gallery, Rabu (1/3).

Lebih lanjut, Ivan menuturkan, koleksi yang disimpan di Kampoeng Gallery bisa bebas dipergunakan oleh pengunjung agar bisa menikmati barang-barang yang bersejarah. Bahkan, ada beberapa barang yang diperjual belikan. “Diantaranya kaset, piringan hitam, diecast, radio jadul, pemutar audio kaset, kamera analog, pakaian import dan karya seni,” lanjutnya. 

Salah satu pengunjung, Teuku Affan Reynaldi menilai tempat nongkrong seperti ini sangat langka di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Tak banyak orang yang menyukai sejarah, namun tak sedikit juga orang yang masih menghargai sejarah. “Disini saya menemukan orang-orang yang sungguh menyukai koleksi antik seperti yang disediakan,” ucapnya saat memberikan keterangan, Rabu (1/3). 

Uniknya, lanjut Teuku, tempat nongkrong ini tidak hanya membuat orang bersantai ria menikmati makanan, namun juga mengenang sejarah dengan melihat koleksi-koleksi yang disediakan. Dengan membaca dan menikmati koleksi tersebut bisa menambah literasi akan pentingnya menghargai sejarah. “Kebanyakan orang malas membahas hal-hal yang sudah lalu, padahal sejarah sangat penting untuk dihargai,” lanjutnya.

Sama halnya dengan Maria,pengunjung lain yang tertarik terhadap koleksi yang disediakan di Kampoeng Gallery. Menurutnya, tempat ini bisa membuat pengunjung mengenang kembali sejarah, melihat barang-barang jaman dulu, bahkan buku-buku yang sudah lama. “Rata-rata tempat nongkrong yang tersedia jaman sekarang lebih mengikuti tren yang lagi rame,” tuturnya, Rabu (1/3). 

Maria berharap, Kampoeng Gallery bisa mempertahankan nilai sejarah yang sudah mulai terkikis. Sebab, sejarah bermanfaat bukan hanya pada masanya namun juga pada masa yang akan datang. “Karena setiap yang berkunjung pasti bisa menggunakan koleksi yang tersedia dan mengenang masa lalu,” ujarnya. 

Reporter: SRS

Editor: Ken Devina

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Gigih Menuntut Kampus Aman
Next post Hari Puan, Jembatan Menagih Keadilan