Simpang Siur 1 Miliar Amany

Read Time:1 Minute, 55 Second


Pernyataan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Burhanuddin Umar Lubis yang mengungkapkan bahwa telah mengeluarkan dana miliaran untuk bantuan kuota sempat menjadi perbincangan mahasiswa. Pasalnya banyak mahasiswa yang tak merasakan kuota gratis yang telah diberikan sang rektor. Merujuk dari laman IDN Times Lapor Pak Menag, UIN Jakarta Habiskan Rp1,1 M untuk Internet Mahasiswa, Amany telah melapor ke Menteri Agama menyatakan bahwa selama dua bulan mengeluarkan dana sebesar Rp1,1 Miliar untuk pembelian pulsa.

Kepala Bagian Perencanaan UIN Jakarta Kuswara angkat bicara mengenai pernyataan Amany tersebut. Kuswara mengungkapkan bahwa dana sejumlah Rp1 miliar tersebut adalah jumlah keseluruhan. Masing masing fakultas memiliki anggaran yang bervariasi. Bahkan ada fakultas yang hanya menganggarkan sejumlah Rp20.000.000 untuk bantuan kuota. “Bantuan dana 1 miliar itu untuk keseluruhan fakultas dan unit,” paparnya kepada Institut, Rabu (12/8).

Selain itu, Kuswara juga menambahkan bahwa para civitas academica yang lain seperti dosen dan staf UIN Jakarta juga membutuhkan bantuan kuota untuk work from home. Hal ini demi berlangsungnya kelancaran dalam penginputan data. Ia bahkan terang terangan mengungkapkan bahwa unit perencanaan memiliki anggaran sebesar Rp3.000.000 untuk bantuan kuota. “Anggaran unit lain pun sama, sesuai kebutuhan,” jelasnya dalam wawancara via Whatsapp, Rabu (12/8).

Pernyataan Kuswara bahwa tiap tiap fakultas memiliki anggaran yang bervariasi diperkuat oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Suparto. Suparto membenarkan adanya bantuan dari Pimpinan UIN Jakarta untuk diberikan kepada mahasiswa di setiap fakultas. “Saat ini saya sudah meminta Wakil Dekan 3 untuk segera mendata berapa banyak mahasiswa yang mendapat bantuan pulsa,” terangnya, Kamis (13/8).

Menanggapi pernyataan Rektor Amany, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Pendidikan Bahasa Arab Dzuhrotun Nisa’ mengharapkan agar bantuan tersebut dapat merata untuk seluruh mahasiswa. Selain itu ia juga berharap kuota gratis bisa dipakai untuk mengakses semua aplikasi pendukung Perkuliahan. “Semoga saja benar, ya, dana sebesar itu untuk kuota seluruh mahasiswa tanpa terkecuali,” harap Nisa, Jumat (14/8).

Sama halnya dengan Nisa, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Riska berharap agar pernyataan Rektor Amany benar dan bantuan kuota dapat dibagi secara merata untuk mahasiswa. “Semoga saja benar buat kita, dibagi merata dan kuotanya bukan cuma buat akses AIS,” pungkas Riska, Jumat (14/8). Sedang sampai saat ini, Institut belum mendapat jawaban dari Rektor Amany mengenai kejelasan dana 1 miliar tersebut.

Nurlailati Qadariah & Fitha Ayun

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post VIDEO: Ragam Prosesi Wisuda Unik di Kala Pandemi
Next post Surat Protes Staf Atas Tidak Tanggapnya Rektor