Kemudahan Dompet Digital Dorong Perilaku Impulsif

Kemudahan Dompet Digital Dorong Perilaku Impulsif

Read Time:2 Minute, 6 Second
Kemudahan Dompet Digital Dorong Perilaku Impulsif

Hadirnya dompet digital memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Namun, kemudahan dompet digital dapat mendorong perilaku impulsif bagi penggunannya.


Perkembangan teknologi memudahkan berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam proses pembayaran.  Penggunaan dompet digital yang kini banyak dipilih masyarakat karena menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi untuk bertransaksi. Belanja kebutuhan harian, pembayaran tagihan, hingga transaksi belanja online kini semakin didominasi oleh penggunaan dompet digital. Meski uang tunai masih digunakan, kegunaannya mulai menurun seiring meningkatnya kenyamanan dan kecepatan transaksi non-tunai. 

Menurut survei Jakpat yang  dilakukan pada tahun 2025 dengan melibatkan 2.041 responden dari berbagai wilayah di Indonesia,  menunjukkan bahwa 80 persen responden memilih dompet digital atau e-wallet untuk kebutuhan transaksi harian. Selain itu, keberadaan promo seperti cashback, potongan harga, serta  layanan transportasi dan hiburan turut mendorong tingginya penggunaan dompet digital.

Kemudahan dompet digital dirasakan oleh Indah Fitri, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia merasakan kemudahan dari adanya dompet digital yang mudah diakses dalam kehidupan kesehariannya. 

Menurutnya, seseorang dapat berperilaku impulsif saat menggunakan dompet digital karena kemudahan dompet digital membuat pengeluaran tidak terencana  . “Karena gua mikirnya gini, kalo gua pegang tunai 50 ribu gua mempertahankan uang gua. Nah, lain cerita kalau pakai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tiba-tiba gak berasa ngeluarin uangnya. Ujung-ujungnya uang saya habis,” ujar Indah, Rabu (19/11).

Untuk mensiasati hal tersebut, Indah melakukan langkah menghemat agar uang yang ia miliki tidak habis. “Kalo solusi dari gua buat ngatasinnya ya irit. Karena itu solusi paling gampang,” tuturnya. 

Dosen Psikologi Sosial UIN Jakarta, Gazi membenarkan pengaruh kemudahan dompet digital dalam memicu perilaku impulsif. Menurutnya, penggunaan dompet digital membuat orang lebih mudah mengeluarkan uang. “Logikanya gini, kalo pake dompet digital itu kita gak ngerasa mengeluarkan uang. Beban untuk melepaskan uangnya itu terasa ringan daripada pake uang tunai. Persepsi inilah yang membuat perilaku impulsif terjadi,” ujar Gazi, Minggu (30/11).

Selain itu, Gazi menambahkan orang yang paling rentan berbelanja impulsif adalah yang menggunakan dompet digital untuk berbelanja, karena kemudahan bertransaksi menggunakan dompet digital menciptakan sifat adiktif atau candu.

“Saya rasa ada banyak yang rentan terjebak di perilaku impulsif. Mungkin, orang yang sering menggunakan dompet digital dapat terasa dampaknya. Penggunaan dompet digital ini bersifat candu,” ungkapnya.

Lanjutnya, Gazi memaparkan solusi untuk mengatasi kecanduan belanja impulsif, yaitu dengan mengurangi intensitas penggunaan dompet digital serta beralih menggunakan uang tunai dalam bertransaksi. “Solusi dari ini, harus memaksa meninggalkan dompet digital. Biasakan menggunakan uang cash dan kembali ke pola lama,” pungkas Gazi. 

Reporter: AA
Editor: Irsal Nurvikriyansah

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Trotoar UIN Jakarta Tak Ramah Disabilitas Previous post Trotoar UIN Jakarta Tak Ramah Disabilitas