Program Matrikulasi Belum Merata

Read Time:1 Minute, 55 Second
Program matrikulasi bahasa yang diselengarahkan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah,  bertujuan untuk meningkatkan nilai Test Of  English  as a Forgein Languange(TOEFL) dan Test Arabic as a Forgein Languange (TOAFL) mahasiswa baru. Namun, program tersebut dirasa kurang merata oleh beberapa mahasiswa.
Seperti yang dialami oleh salah satu mahasiswa semester tiga  Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Farah Nurul Afifah. Ia mengatakan, dirinya kebingungan dengan kriteria peserta matrikulasi. “Saya yang nilainya (TOEFL dan TOAFL) tak memenuhi standar tidak mendapatkan matrikulasi,  tapi teman saya yang nilainya sudah mencukupi malah dapat matrikulasi” ungkapnya, Sabtu (29/11).
Lain Farah lain juga Aulia Riski Molanda, mahasiswa semester tiga Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini mengungkapkan, pada semester satu ia mengikuti matrikulasi yang diadakan oleh PPB , akan tetapi tapi tidak semua teman seangkatannya mendapat  matrikulasi tersebut. “ Padahal masih banyak mahasiswa yang nilainya lebih rendah daripada saya, tapi mereka tidak dapat matrikulasi” ungkapnya, Selasa(1/12)
Menanggapi hal tersebut, ketua Pusat Pengembangan Bahasa (PBB), Siti Nurul Azkiya mengatakan, program matrikulasi memang kurang merata. Sebab tidak adanya ruang kelas yang tetap dan jadwal kuliah mahasiswa yang berbeda-beda.
Azkiya tak menampik, program matrikulasi yang telah dilaksanakan sejak 2014 silam memang kurang maksimal, karena tak semua mahasiswa dapat mengikuti program matrikulasi. Mahasiswa angkatan 2014 yang bisa mengikuti matrikulasi tak diambil berdasarkan nilai TOEFL dan TOAFL.Akan tetapi, diambil dari pendaftar paling cepat ke PPB UIN Jakarta. Pendaftaran matrikulasi sendiripun dapat dilakukan melalui fakultas, jurusan serta mendaftar langsung ke PPB.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, 2015 ini, lanjut Azkiya, terdapat tiga kali gelombang matrikulasi untuk 11 fakultas. Satu gelombang terdiri dari 30 kali pertemuan dan diakhiri dengan ujian evaluasi. Lalu, semua kegiatan matrikulasi pun diadakan di gedung FITK. “  Banyaknya keluhan mahaiswa membuat kami  memindahkan kegiatan  matrikulasi yang tadinya di ke kampus dua (Fakultas Psikologi) ke kampus satu,” Senin(31/11)
Sementara itu,Wakil Rektor I Bidang Akademik, Fadhilah Suralaga mengatakan, matrikulasi  seharusnya didapatkan semua mahasiswa. Pada 2014 lalu,UIN Jakarta kekurangan dana untuk penyelenggaraan program matrikulasi tersebut karena matrikualsi bukanlah program yang diprioritaskan.
Kedepannya, Fadhilah menambahkan, matrikulasi ini akandiprioritaskan untuk mahasiswa yang memiliki nilai yang rendah pada TOEFL dan TOAFL. Rencananya pada 2016, lanjut Fadhilah, matrikulasi akan dijadikan mata kuliah.
LSA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Parade JIPDAY”S Ke-16
Next post Mading Wadah Kreativitas Mahasiswa