Pentingnya Aktualisasi Kandungan Naskah Nusantara

Pentingnya Aktualisasi Kandungan Naskah Nusantara

Read Time:2 Minute, 32 Second

Pentingnya Aktualisasi Kandungan Naskah Nusantara
Salah satu kemunduran sebuah bangsa ditandai ketika masyarakatnya tidak mengenal warisan budayanya sendiri. Demikian pendahuluan yang ditulis oleh staf dosen Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI, Yulianeta dalam papernyayang disampaikan dalam Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara IV di Perpustakaan Nasional, Senin (17/9).
Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia memiliki koleksi manuskrip Naskah Nusantara berjumlah sekitar 11.300 yang tersimpan di Perpustakaan Nasional. Naskah kuno tersebut menjadi bukti kekayaan intelektual dan termasuk budaya Indonesia. Naskah Nusantara ini sangat melimpah, karena tersebar di hampir seluruh kepulauan di Nusantara.
Namun pada kenyataannya, Naskah Nusantara sendiri tidak dikenal oleh masyarakat. Apalagi di kalangan anak muda jaman sekarang atau yang biasa disebut generasi milenial. Padahal isi dari naskah nusantara sarat akan makna dan memiliki kandungan nilai luhur tentang jati diri bangsa.
Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman mengungkapkan bahwa Naskah Nusantara dapat menjadi sumber budaya yang strategis bagi pendidikan serta kebudayaan. Karena dapat membentuk jati diri bangsa dan juga terkandung nilai karakter yang berbasis kearifan lokal yang mampu melampaui zaman.
Namun, dalam mengaktualisasikannya terdapat beberapa tantangan, salah satunya ialah akses penyebaran yang terbatas. Sebab, ribuan naskah tersebar di berbagai etnis dan suku yang ada di Indonesia. Sumber daya manusia (SDM) milenial juga merupakan suatu tantangan tersendiri karena generasi milenial sangat lekat dengan perangkat teknologi digital atau gawai, tidak bisa membaca naskah kuno yang banyak menggunakan bahasa Arab, Jawa Kuno dan bahasa-bahasa daerah.
Dengan adanya tantangan-tantangan tersebut Arie menjelaskan bahwa aktualisasi naskah nusantara harus dapat dilaksanakan. Naskah nusantara mempunyai nilai yang penting bagi kebudayaan nasional dan tentu anugerah ini perlu dilestarikan dan diperkenalkan. “Sekarang era digital dengan konteks televisi, film dan buku elektronik. Inilah media yang dapat kita manfaatkan untuk melakukan distribusi naskah nusantara,” paparnya saat menjadi pemateri Seminar Internasional di Perpustakaan Nasional, Senin (17/9).
Di sisi lain, menurut Yulianeta yang juga seorang peneliti Naskah Nusantara, mengatakan fenomena Naskah Nusantara saat ini ialah banyak tersimpan di museum atau perpustakaan namun tidak tersentuh oleh anak-anak dan remaja. “Sangat memprihatinkan apabila Naskah Nusantara hanya tersimpan sebagai warisan tapi generasi sekarang tidak tahu isinya,” katanya.
Selanjutnya Yulianeta memaparkan bahwa menyampaikan isi Naskah Nusantara ke generasi milenial dapat dilakukan dengan cara kekinian. Seperti dengan menjadikan ke dalam cerita yang bersumber dari Naskah Nusantara dan dibuat animasi. “Saya membuat naskah kuno agar bisa terbaca oleh generasi milenial dengan ditransformasikan ke dalam bentuk yang kekinian,” tegasnya.
Dalam simpulannya ia berharap agar naskah nusantara dapat dimasukan ke dalam  kurikulum pendidikan. Apalagi sekarang dibutuhkan media untuk menyampaikan nilai-nilai luhur masa lalu kepada anak-anak dan remaja. Sebab isi dari naskah nusantara dapat dijadikan sumber pendidikan karakter bagi anak bangsa.
Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief menuturkan bahwa hampir seluruh masalah Indonesia ialah ketidakmampuan untuk mengembangkan dan merawat warisan-warisan nenek moyang. Selain itu, ia menambahkan bahwa  mendorong pendidikan karakter dapat dikaitkan dengan sesuatu yang sudah riil dalam naskah-naskah kuno. “Kita punya kesempatan dengan kekayaan kultural yang ada. Untuk kembali menghidupkan ulang narasi Naskah Nusantara dalam kehidupan sekarang,” tutupnya.

RDA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Raih Tiga Bintang  QS Stars Rangking Previous post Raih Tiga Bintang QS Stars Rangking
KSE UIN Jakarta Bangun Jiwa Muda yang Agamis dan Nasionalis Next post KSE UIN Jakarta Bangun Jiwa Muda yang Agamis dan Nasionalis