Satu Jam Upaya Menjaga Alam

Satu Jam Upaya Menjaga Alam

Read Time:2 Minute, 27 Second

Pukul setengah sepuluh malam, 26 Maret 2022 lalu, seluruh kegiatan yang menggunakan listrik, dihentikan selama satu jam. Atrium Tangerang City (Tangcity) Mall yang semula dikelilingi lampu-lampu, hari itu dipadamkan dalam rangka menjaga ekosistem alam, pada kegiatan Switch Off (SO)kegiatan mematikan lampu selama satu jam. 

Sudah menjadi agenda tahunan bagi Earth Hour (EH) seduniakegiatan global dari World Wide Fund (WWF) for Nature, mengadakan kegiatan SO pada hari sabtu terakhir bulan Maret.  Malam itu, para pengunjung tidak hanya merasakan suasana gelap, melainkan disuguhkan berbagai penampilan dari para bintang tamu, mulai dari penampilan tari, lawakan tunggal, hingga yoyo.


Ketua EH Tangerang, Rahmat Koto, memaparkan segala bentuk persiapan acara, mulai dari merancang konsep, hingga memastikan keberlangsungan SO. Sebagai ketua, dirinya mengaku sangat memperhatikan kinerja setiap anggota yang mengalami kesulitan, “seluruh panitia telah bersiap sedia dari jauh-jauh hari,” jelas Rahmat, Senin (28/3).


Dengan kegiatan ini, Rahmat berharap, masyarakat bisa lebih peduli untuk menjaga bumi. Bagi Rahmat, SO tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan sebuah aksi, di mana semua orang dapat berkolaborasi melakukan perubahan, “hari ini kita telah berkontribusi melalui aksi kecil dengan menghemat energi,” katanya.


Irfan sebagai ketua pelaksana bercerita, bantuan tidak hanya berasal dari panitia, melainkan juga dari dua belas teknisi Tangcity Mall yang ikut serta membantu dan mengatur segala persiapan. Menurutnya, tuntutan SO untuk menjadi sorotan merupakan awal yang sulit, sebelum akhirnya kini dikenal publik.


Selama kampanye SO, kata Irfan, dipersiapkan dengan penuh perencanaan, keberadaan lilin-lilin, poster, dan lambang 60+ yang dipertontonkan cukup menyita perhatian publik di dalam atrium. Ditambah dengan video ajakan dari berbagai pihak, seperti tokoh publik dan komunitas, yang membantu menyebarluaskan aksi SO kepada publik, “saya sangat berterimakasih kepada orang-orang yang terlibat,” ucap Irfan, Senin (28/3).


Panitia Hubungan Masyarakat, Vinny, juga turut merasakan pahit manisnya kisah pelaksanaan kegiatan SO. Ia senang bisa mendapat relasi dari berbagai kalangan, namun di sisi lain, ia pun sempat merasa kesulitan saat memperkenalkan SO kepada masyarakat, “awalnya sebagian orang ada yang sama sekali tidak tahu soal SO,” tutur Vinny, Minggu (27/3).


Vinny merasa bersyukur, karena kerjasama yang dilakukan oleh panitia membawa kesuksesan bagi kegiatan SO. EH kali ini, katanya, mendapat respon hangat dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga swasta. Bahkan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, melalui unggahan video di akun Instagram miliknya, menghimbau warga Tangerang untuk turut serta mendukung dan mengikuti kegiatan SO. 


Baik Vinny maupun Irfan, keduanya sepakat memandang SO bukan sekedar kegiatan mematikan lampu, melainkan sebuah kolaborasi hebat antarmasyarakat untuk menghemat energi, guna  menyelamatkan bumi. Vinny bercerita, kini alam tengah diporak-porandakan berbagai masalah lingkungan. “Maka bumi memerlukan tangan-tangan sigap untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tuturnya.


Rupanya, acara ini sukses menggaet banyak partisipan, salah satunya Ivanna, yang turut antusias dengan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan SO sangat mengedukasi masyarakat. “Keren, acara ini mengingatkan kita betapa pentingnya menyayangi bumi dan mengatur penggunaan listrik,” pungkas Ivanna, Minggu (27/3).

Reporter: Silva Hafsari

Editor: Sekar Rahmadiana Ihsan

Satu Jam Upaya Menjaga Alam


About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

BEM SI Kritik Pemerintahan Jokowi Previous post BEM SI Kritik Pemerintahan Jokowi
Antara Wisran Hadi dan Pestarama Next post Antara Wisran Hadi dan Pestarama