
Meski meningkatkan keamanan dalam menyeberang, pelican crossing di depan UIN Jakarta dianggap menimbulkan kemacetan baru. Mahasiswa menilai perlunya alternatif penyeberangan lain.
Jalan Ir. H. Juanda di depan Universitas Islam Negeri (UIN) seringkali menjadi medan tempur kecil bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang. Jalan tersebut merupakan salah satu jalur utama penghubung lalu lintas Jakarta–Bogor. Banyaknya mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum yang berlalu-lalang disana, membuat keselamatan menjadi pertaruhan harian.
Mengutip dari laman uinjkt.ac.id, lampu pelican crossing dipasang untuk mengatasi persoalan itu. Pelican crossing sendiri merupakan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas dan tombol. Namun dalam praktiknya, pelican crossing bukan hanya memberikan dampak positif, melainkan juga dampak negatif yang perlu jadi perhatian.
Mahasiswa UIN Jakarta, Amel—bukan nama sebenarnya, menyayangkan perihal efektivitas pelican crossing yang menyebabkan kemacetan. “Menurut saya ini tuh efektif buat pejalan kaki, tapi kurang efektif buat pengendara karena bikin macet,” ucapnya, Senin (27/10).
Lanjut, Amel meminta pihak universitas agar lebih memperhatikan alternatif penyeberangan yang lebih aman seperti JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) dengan jarak yang mudah di akses. “Menurut saya sih JPO lebih efektif dan aman, karena kan lewat atas jadi lebih aman,” pungkasnya.
Setara dengan Amel, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKom), Kanaya mengeluhkan perihal kemacetan yang disebabkan oleh pelican crossing. Menurutnya, fasilitas penyeberangan dengan lampu itu juga menghambat perjalanan orang lain. “Jujur enggak enak, karena menghambat orang lain, apalagi orang lain mesti buru-buru,” ucapnya, Selasa (28/10).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UIN Jakarta, Abdul Halim Mahmudi menjelaskan, pelican crossing bukan satu-satunya sumber masalah kemacetan yang terjadi di Jalan Ir .H. Juanda. Menurutnya faktor kemacetan juga disebabkan oleh jalur putar arah di depan kompleks dosen UI (Universitas Indonesia).
Halim menuturkan, pihak universitas sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mengenai rencana pembangunan JPO guna mengurangi kemacetan di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda. “Saat ini pun kita ada solusi dengan Pemkot Tangerang Selatan untuk membuat JPO dengan melihat pada estetikanya, dan sekarang masih dalam proses design,” ucap Halim, Senin (27/10).
Katanya, perencanaan itu sudah hampir selesai, sehingga JPO akan bisa dibangun dengan segera.“Ini sedang pembahasan final, kalo ini selesai dan masuk final nya langsung bangun, dan mulai pembangunannya insya Allah tahun ini,” ucapnya.
Reporter: EP (Kontributor)
Editor: Muhammad Arifin Ilham
