Calon Wisudawan Keluhkan Nominal Wisuda Daring

Read Time:2 Minute, 19 Second


Terbitnya Surat Keputusan Rektor Nomor 937 tentang Kalender Akademik, Wisuda ke-116 Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan dilaksanakan pada 27 dan 28 Juni mendatang. Berbeda dengan wisuda di tahun-tahun sebelumnya, wisuda kali ini dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). Hiruk pikuk prosesi wisuda yang biasanya ramai sulit dilakukan di era pandemi ini.

Teknis wisuda daring sendiri nantinya akan ada panitia dan rektor yang hadir ke kampus untuk Melakukan prosesi wisuda. Sementara itu wisudawan berada di rumah masing masing. Perlengkapan wisuda seperti toga, ijazah, transkip nilai serta tata cara wisuda akan dikirimkan ke Calon wisudawan. “Kami sedang persiapkan prosesi wisuda ini,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Akademik Rasi’in.

Namun, adanya wisuda daring justru tak membuat pihak rektorat mempertimbangkan nominal pembayaran wisuda. Besaran nominal wisuda sama seperti wisuda tahun-tahun sebelumnya yakni Rp475.000. Beberapa calon wisudawan mengeluhkan nominal tersebut, mengingat tidak ada pemotongan biaya wisuda sedikitpun dari sistem wisuda daring.

Hal ini dirasakan oleh mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Himayah Assa’diyah, ia merasa keberatan dengan biaya wisuda daring mengingat wisuda daring tentu tidak mendapat fasilitas sebagaimana dengan wisuda luring. “Saya berharap tarif wisuda akan ada kompensasi karena dilaksanakan online,” ungkap Himayah ketika diwawancarai via WhatsApp, Kamis (11/6). 

Senada dengan Himayah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Andi Mahmuddin pun menuturkan agar pihak universitas sebelumnya mengestimasi biaya wisuda online ini. Andi berkeinginan mendapatkan kompensasi dari pihak rektorat. “Kompensasinya berupa pemotongan atau berupa cashback beberapa persen uang yang sudah dibayarkan”, ujarnya Kamis (11/6). 

Begitupun dengan mahasiswa Hubungan Internasional, Fahmi Fauzi Abdillah yang turut keberatan dengan biaya wisuda. Fahmi menyayangkan harga wisuda sama dengan harga wisuda tahun-tahun sebelumnya. Sebab, ia mengungkapkan perhitungan biaya wisuda daring lebih kecil dari wisuda biasanya. “Saya berharap akan ada kompensasi berupa kuota internet untuk wisuda nanti,” ujar Fahmi ketika diwawancarai via WhatsApp, Kamis (11/6).

Mahasiswa Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir Muhamad Noval Karom mengaku sangat kecewa mengingat pembayaran wisuda daring sama dengan nominal pembayaran wisuda luring. Noval juga berharap agar pihak rektorat memberikan transparansi dana administrasi wisuda yang hingga saat ini belum diinformasikan rincian dananya. “Tuntutan kami belum direspon oleh pihak rektorat,” tutur Noval ketika diwawancarai via WhatsApp, Rabu (10/6). 

Sementara itu, Kabag Akademik Rasi’in berkata bahwa ia tak memiliki wewenang untuk menjawab mengapa tidak ada pemotongan tarif wisuda daring. “Itu wewenang Bagian Keuangan atau Perencanaan, saya hanya konten akademiknya,” ungkap Rasi’in, Jumat (12/6).

Di lain sisi, Kabag Perencanaan Kuswara membantah hal tersebut. Bahkan Kuswara juga tak mengetahui nominal wisuda daring. “Saya tak pernah membuat tarif apapun, hanya sebatas menyusun usulan masing masing fakultas atau unit,” tegas Kuswara, Sabtu (13/6). Ia mengungkapkan bahwa dirinya kurang begitu memahami terkait wisuda daring ini. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifli belum memberi tanggapan hingga saat ini.

Sefi Rafiani & Ika Titi Hidayati

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post VIDEO: Pandemi Masih Sambut Semester Baru
Next post Gaung UKT dan Perjuangan Sia-Sia