Fanatisme Suporter Sebabkan Kerusuhan

Fanatisme Suporter Sebabkan Kerusuhan

Read Time:2 Minute, 33 Second
Fanatisme Suporter Sebabkan Kerusuhan

Ajang turnamen futsal antar-prodi berakhir rusuh. Fanatisme suporter menjadi pemicu utama kerusuhan. 


Milad ke-27 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (Forsa) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta diakhiri dengan kerusuhan. Kerusuhan terjadi usai final pertandingan futsal antara Program Studi (Prodi) Manajemen  dengan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)  di Hall Student Center (SC), Jumat (23/6) malam.

Menurut keterangan ketua Pelaksana Daffa Prasandi, kerusuhan terjadi karena pertandingan dijalankan oleh dua kelompok dari organisasi ekstra mahasiswa yang berbeda. Dimulai dari saat pertandingan berlangsung masing-masing suporter menyanyikan lagu yang mengarah ke organisasinya. Selain itu, adanya provokator dari pihak lain yang bertanding menambah keruh kerusuhan. “Adanya pihak-pihak di luar fakultas menjadi indikasi masalah kerusuhan ini,” ucap Daffa, Rabu (28/6). 

Daffa juga menambahkan, panitia sudah mengantisipasi dengan memperbanyak  penjagaan serta turut mengikutsertakan Resimen Mahasiswa (Menwa) dalam keberlangsungan turnamen futsal. Namun, kerusuhan tetap tidak bisa dihindarkan. “Kami sudah berusaha meningkatkan jumlah panitia dari segi keamanan,” jelas Daffa, saat dihubungi via Whatsapp, Senin (26/6).

Suporter Prodi Manajemen, Ilham Al Mifta menjelaskan ketika peluit pertandingan futsal selesai, suporter KPI mulai menyorakkan nyanyian yang mengarah pada ejekan ke suporter Manajemen. Sorakan dituju karena panitia menahan  suporter Manajemen untuk keluar dari area pertandingan. “Kerusuhan bermula ketika suporter KPI menyanyikan lagu ga bisa pulang,” ujar Ilham saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (27/6). 

Di sisi lain, Ilham menuturkan pengaruh dari kericuhan yang terjadi antar-suporter mengakibatkan rusaknya beberapa fasilitas kampus seperti kursi, kotornya tribun ataupun lapangan SC, bahkan menimbulkan korban. “Pastinya ada dampak yang ditimbulkan dari kerusuhan tersebut,” ucapnya. 

Menurut keterangan Aisyah Fitriani Arief, penonton yang berada di lokasi, mengatakan pada akhir pertandingan situasi sudah memanas. Ketika para suporter keluar area SC terjadi kerusuhan  yang menyebabkan baku hantam antar-suporter. “Setelah suporter keluar SC kerusuhan tetap berlanjut dan lumayan brutal,” ucap Aisyah, Selasa (27/6). 

Lalu Aisyah menanggapi kerusuhan tersebut seharusnya tidak terjadi. Menurutnya perselisihan antar-suporter tersebut merusak euforia menonton pertandingan futsal. Terlebih perselisihan terjadi oleh sesama Mahasiswa UIN Jakarta. “Tidak perlu ada perselisihan antar-suporter, supaya euforia menontonya dapat,” ungkapnya. 

Kerusuhan ini turut mengambil perhatian Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Ikhwan mengatakan, faktor terjadinya kericuhan bukan pada pemainnya. Karena, usai pertandingan final pun pemain sempat melakukan damai dengan salaman antar-tim pemain futsal. Lanjut Ikhwan, pihaknya akan memikirkan sanksi khusus terkait hal ini. Sebab pemberian sanksi memerlukan pertimbangan tertentu. “Dalam memberikan sanksi kita harus tahu dulu yang salahnya pada mahasiswa atau oknum tertentu,” ungkapnya, Jumat (23/6). 

Ikhwan menjelaskan, kerusuhan merupakan bentuk fanatik pendukung terhadap kelompok pemain atau di luar dari masalah pertandingan futsal. Menurutnya, pemilihan waktu pada jam rawan terjadinya keributan antar-kelompok menyebabkan perselisihan terjadi. “Faktor fanatisme kelompok dan mekanisme waktu merupakan sebab terjadinya kericuhan,” jelasnya, Jumat (23/6). 

Institut sudah berusaha meminta keterangan suporter KPI ataupun Dewan Eksekutif (Dema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, pemain,  sejak usai kerusuhan Jumat (23/6) hingga Sabtu (1/7). Saat diminta keterangan melalui Whatsapp, tidak ada yang bersedia memberi keterangan. 

Reporter: DS

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
50 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
50 %
Menangkis Logika Penolak Permendikbud PPKS Previous post Menangkis Logika Penolak Permendikbud PPKS
Tekan Angka Kekerasan Seksual Next post Tekan Angka Kekerasan Seksual