Fenomena Mother Wound Ganggu Perkembangan Anak

Fenomena Mother Wound Ganggu Perkembangan Anak

Read Time:3 Minute, 32 Second
Fenomena Mother Wound Ganggu Perkembangan Anak

Bagi banyak orang, ibu adalah pelabuhan pertama tempat rasa aman ditemukan. Namun, bagi sebagian lainnya, sosok ibu justru menjadi sumber keraguan diri yang mendalam. Fenomena tersebut dikenal dalam dunia psikologi sebagai Mother Wound. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Veenu pada tahun 2023 bertajuk Mother Wound: Luka “Warisan” dari Ibu, mother wound terdiri dari dua kata, mother yang berarti ibu dan wound artinya luka.  Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia mother wound adalah luka ibu. Mother wound adalah luka emosional yang disebabkan kurang dan hilangnya support dan kasih sayang dari figur ibu.

Melansir dari Alodokter.com, mother wound berawal dari kurangnya keterikatan emosional antara ibu dan anak.  Keterikatan itu terbentuk secara alami selama ibu mengasuh anak sejak lahir dan berpengaruh terhadap perkembangan mental hingga dewasa. Melansir dari indonesiana, penelitian di Universitas Indonesia tahun 2022 dengan responden sebanyak 500, menggunakan cara metodologi kuesioner. Penelitian ini menganalisis bagaimana trauma dari hubungan ibu dan anak mempengaruhi kepercayaan diri dan hubungan dewasa dengan data menunjukkan 20%-30% wanita muda yang terpengaruh karena trauma dari hubungan ibu dan anak. Menggunakan skala trauma seperti Adverse Childhood Experiences (ACE).

Pada Rabu (14/01), Institut mewawancarai dosen Psikologi Perkembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Layyinah. Wawancara tersebut membahas bagaimana mother wound bisa terjadi, pola perilaku, hingga cara memulihkan dari luka tersebut.

Bagaimana mother wound dapat terbentuk dalam diri seseorang?

Mother wound terbentuk dalam diri seseorang karena ia pernah mengalami emosional batin. Hal itu timbul karena kurangnya kasih sayang, dukungan, dan kehadiran emosional dari figur Ibu di masa kecilnya.

Selain itu, adanya pengalaman-pengalaman ibu yang tidak menyenangkan berpengaruh pada anak. Lantaran pengalaman itu mempengaruhi perilaku ibu terhadap anaknya.

Seperti apa pola perilaku yang biasanya muncul pada seseorang yang mengalami mother wound?

Mother wound biasanya terlihat dengan tiga perilaku utama. Pertama, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan keluarga terutama ibu, misalnya tidak mengetahui makanan favorit ibu atau sebaliknya. Kedua, kurangnya komunikasi yang terjalin antara anak dan ibu, seperti acuh tak acuh ketika berada dirumah.

Ketiga, ibu kurang menunjukkan emosinya kepada anak, misal ketika anak sedang mendapatkan prestasi, ibunya tidak memberikan apresiasi kepada anaknya. Contoh lain yaitu, ketika anaknya sedang sedih karena nilai ujiannya buruk, ibu justru memarahinya, alih-alih memberikan dukungan positif berupa evaluasi belajar. 

Apakah budaya di Indonesia yang menekankan penghormatan terhadap orangtua membuat individu sulit menyadari atau mengakui luka batin dari Ibunya?

Penghormatan adalah budaya yang telah ditanamkan sejak kecil, baik melalui nilai agama, etika, maupun sopan santun. Ketika budaya itu berlaku, sudah menjadi kewajiban anak untuk mematuhinya. Namun, hal itu bukan berarti anak harus mematuhi setiap perintah orang tua tanpa pengecualian. Ada kalanya anak ingin didengar dan dimengerti karena mereka juga memiliki kebutuhan psikologis yang harus dipenuhi.

Selanjutnya, kesadaran orang tua juga sangat penting. Umumnya, orang tua enggan disalahkan oleh anaknya dan menuntut agar pendapat mereka selalu didengar, sehingga komunikasi cenderung bersifat satu arah. Jika anak menjawab saat terjadi perselisihan, ia kerap dianggap membangkang atau tidak menghargai ucapan orang tua. Hal itu terjadi karena kurangnya komunikasi dua arah. Ibu seharusnya memahami kebutuhan dirinya maupun anaknya, alih-alih hanya mementingkan ego sendiri.

Apa dampak jangka panjang yang bisa muncul jika mother wound tidak diatasi dengan baik?

Dampak jangka panjang mother wound tercermin dari perilaku sehari-hari anak yang dipengaruhi oleh sikap ibunya. Rendahnya rasa percaya diri merupakan salah satu dampak yang signifikan. Hal itu kerap terjadi ketika upaya anak untuk berterus terang justru direspons dengan kemarahan, sehingga anak merasa bahwa kejujuran bukanlah hal yang aman untuk dilakukan.

Kondisi tersebut juga menyebabkan anak merasa takut terhadap ibu. Anak memilih untuk memendam masalahnya karena merasa bahwa bercerita kepada orang tua tidak akan menyelesaikan masalah. Sikap tersebut muncul akibat pengalaman traumatis ketika anak justru dimarahi alih-alih mendapatkan arahan saat mengadu.

Apa langkah awal yang bisa dilakukan seseorang untuk mulai memulihkan diri dari mother wound tanpa harus menyalahkan Ibu?

Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan individu untuk pulih dari mother wound. Pertama adalah membangun kesadaran diri bahwa karakter ibu mungkin sulit diubah karena sudah terbentuk sejak lama. Oleh karena itu, anak perlu belajar memahami sikap ibunya dan mulai rutin melakukan journaling sebagai sarana penyembuhan diri.

Selanjutnya, berada di lingkungan yang positif sangatlah penting. Melalui pertemanan yang sehat dan kebiasaan yang produktif, individu akan memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Reporter: FR
Editor: Naila Asyifa

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Penjahat Musiman yang Bisu Previous post Penjahat Musiman yang Bisu