Plastik Menghiasi PBAK

PBAK UIN Jakarta 2026 diwarnai dengan aktivitas yang bertentangan dengan kampus hijau, yakni memberikan gelas plastik untuk minuman yang di mana hal tersebut tidak sesuai dengan nilai kampus yang ramah lingkungan.


Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sesi kedua, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di Gedung Auditorium Harun Nasution pada Rabu (26/8), terdapat aktivitas yang bertolak dengan nilai kampus hijau. Lantaran, pada rangkaian gelar wicara kedua yang bertajuk Mengenal UIN Jakarta, Oronamin C, selaku sponsor memberikan gelas plastik dengan es batu untuk para mahasiswa baru (Maba) menikmati minuman yang diberikan. Hal itu tidak sesuai dengan nilai kampus yang ramah lingkungan.

Sebab dalam salah satu dari enam indikator kampus hijau, salah satunya dalam konteks itu adalah pengelolaan sampah dan limbah, yang di mana kampus perlu mengurangi penggunaan kertas dan plastik. Maka dari itu, dalam kasus Oronamin C, hal tersebut gagal membawa cara universitas mengurangi sampah yang dihasilkan dari aktivitas kampus, yaitu sampah plastik.

Ketua Pelaksana PBAK UIN Jakarta 2026, Nagieb Jihadil Akbar menjelaskan, apa yang telah terjadi merupakan miskomunikasi antara panitia PBAK dan pihak Oronamin C. Ia mengungkap, hal tersebut tidak diduga jika pihak Oronamin C juga memberikan gelas plastik, padahal sebelumnya ia mengatakan bahwa pihak Oronamin C hanya akan membawa dan memberikan es batunya saja. 

Meski begitu, Nagieb juga mengingatkan agar tiap-tiap mentor di masing-masing fakultas mengkoordinasikan untuk memberi arahan kepada mahasiswa baru untuk membuang sampah pada tempatnya. Sebab, ia tidak memiliki ekspektasi kalau pihak Oronamin C akan membawa plastik.

“Karena saya kira nanti hanya dikasih es batu saja dan ditaruh di botol minum. Apalagi memang kita kan sekarang fokusnya ke kampus hijau, maka kita menyarankan agar maba tidak membawa plastik dan hal-hal yang bersifat sekali pakai,” terang Nagieb, Rabu (26/8).

Ilham Gazali Mafaza, Maba dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) mengatakan bahwa setiap Maba mendapatkan gelas plastik tambahan beserta es batu untuk minum Oronamin C. “Jadi setiap orang memang mendapatkan satu plastik dan es batu untuk minum Oranamin C agar mudah diminum,” ucapnya pada Rabu (26/8). 

Lalu, Ilham  juga menambahkan bahwa seharusnya cukup botol minum Oranamin C saja, karena untuk mengurangi limbah plastik di sekitaran wilayah kampus. “Menurut saya cukup buang sampah plastik pada tempatnya aja sih. Biar lebih mengurangi sampah plastik yang ada di area kampus,” lanjutnya. 

Selaras dengan hal tersebut, Fachrurozzi yang juga bagian dari Maba Fakultas FAH menyarankan untuk ada pengurangan sampah plastik di area kampus. “Saran aja sih, kalau bisa dikurangi saja untuk sampah plastiknya. Karena kalau diperhatikan, kita sudah dapat botol minumnya juga, dan itu sudah cukup untuk bisa diminum,” ucapnya Rozi, pada Rabu (26/8) 

Selanjutnya, Rozi juga mengatakan jika ingin diminum saat kondisi dingin bisa disediakan saat jauh hari. “Menurut saya jika memang ingin diminum saat dingin, bisa disediakan dari jauh-jauh hari untuk mengurangi sampah plastik di area kampus,” pungkasnya

Reporter: Adam Alfarraby, Irsal Nurvikriyansah
Editor: Rifki Kurniawan

Previous post Titik Awal Pengenalan Budaya Kampus