Dari Ruang Kelas Gencarkan Edukasi Digital

Dari Ruang Kelas Gencarkan Edukasi Digital

Read Time:2 Minute, 4 Second
Dari Ruang Kelas Gencarkan Edukasi Digital

Selain mengajar di ruang kelas, Musfiah Saidah aktif membangun komunitas dan memberikan konten edukatif seputar dunia kampus di media sosial. Melalui berbagai peran tersebut, ia mencoba mendekatkan dunia akademik dengan cara yang lebih relevan bagi generasi muda.


Musfiah Saidah, yang akrab disapa Fifi, merupakan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia mengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDikom), khususnya Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), serta Prodi Jurnalistik. Kini, selain menjadi dosen, Musfiah juga aktif dalam membuat konten edukatif di media sosial.

Perjalanannya menjadi konten kreator bermula dari aktivitas ia sebagai dosen. Awalnya, Musfiah membuat video kesehariannya sebagai pengajar. Kemudian respons mahasiswa cukup positif, bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan seputar skripsi melalui kolom komentar. Melihat antusiasme tersebut, ia coba membuat satu konten tentang skripsi. Ternyata, model konten edukatif tersebut mendapat sambutan luas.

Antusiasme mahasiswa membuat Musfiah menyadari bahwa konten tersebut dibutuhkan oleh mahasiswa. Hingga kini, ia rutin membuat konten edukatif yang dikemas dengan gaya anak muda. Meski sempat menghadapi dilema, terutama soal keterbatasan waktu, Musfiah terus mengembangkan topik kontennya. Tidak lagi sebatas skripsi, ia kini membahas perspektif dosen, tips-tips edukatif untuk mahasiswa, traveling, dan hal-hal lain tentang dunia kampus.

Dari pengalaman tersebut, Musfiah menyadari sosial media dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan untuk mahasiswa. Dengan membuat konten yang relevan dengan mahasiswa dan dikemas dengan cara yang lebih ringan. Melalui kontennya, Musfiah ingin menunjukkan kepada anak muda bahwa banyak sekali konten yang sifatnya entertainment, tetapi sebenarnya masih bisa menjadi ruang edukasi.

Ia membagikan tiga strategi agar konten edukatif tetap diminati anak muda tanpa harus tunduk pada algoritma. Pertama, jika ingin menjadi konten kreator, pastikan untuk membuat konten yang memang disukai. Kedua, yakinkan bahwa konten yang dibuat bisa bermanfaat untuk orang lain. Ketiga, konsisten dalam berkarya.

Selain sebagai dosen dan kreator konten, Musfiah merupakan pendiri Komuniasik, sebuah komunitas yang didirikan pada 2018. Komuniasik adalah platform media yang membahas teori komunikasi, tetapi dikemas dengan gaya anak muda. Tidak lama setelah berdiri, Komuniasik mendapat penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai 5 besar Digital Platform.

Kini, Komuniasik berkembang menjadi Komuniasik kampus Ambasador. Seiring berjalannya waktu, Komuniasik berinovasi sebagai multimedia yang berjalan beriringan di beberapa platform, seperti website, siniar, Youtube, dan Instagram. Ciri khas Komuniasik yaitu menyederhanakan teori komunikasi yang sulit menjadi materi yang mudah dipahami publik.

Sebagai pendiri, Musfiah mengaku pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Komuniasik. “Ketika pandemi, sempat mengalami tantangan jarak yang menjadi kendala pada saat itu,” ucap Musfiah, Senin (9/1).

Reporter: OS
Editor: Naila Asyifa

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Menjahit Luka di Pondok Ranggon Previous post Menjahit Luka di Pondok Ranggon
Solusi Kreatif Gen Z Atasi Limbah Next post Solusi Kreatif Gen Z Atasi Limbah