Pintu Ditutup Lebih Cepat, Mahasiswa Kerepotan

Read Time:2 Minute, 54 Second

Pada 11 Februari lalu, Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Reti Indarsih, menginstruksikan kepada Satpam UIN Jakarta untuk menutup pintu samping pos Satpam pada hari Sabtu, Minggu, dan hari Libur Nasional serta pukul 19.00 untuk Senin s.d. Jumat. Alasannya, penutupan itu diberlakukan demi menjaga keamanan kampus.

Alih-alih menjaga keamanan kampus, nyatanya penutupan pintu samping menuai banyak keluhan dari mahasiswa. Abdul Jalil, salah satunya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan ini mengaku, penutupan pintu samping lebih banyak menimbulkan mudaratnya daripada maslahatnya.

Di antaranya, kata Jalil, mahasiswa sulit mengakses ke Pesanggrahan, membeli kebutuhan apapun jadi jauh, dan penghasilan pedagang pun menurun. “Jika alasannya hanya demi menjaga keamanan kampus, hal itu kurang mendasar,” katanya, Rabu (16/4).

Menanggapi keluhan mahasiswa, Reti menjelaskan, kebijakan yang ia keluarkan bukan untuk menutup akses ke Pesanggrahan. Melainkan, guna mencegah orang umum mengakses pintu tersebut untuk keluar-masuk kampus. Dengan demikian, orang umum akan merasa segan masuk ke kampus. Sebab, di UIN pernah terjadi pencurian beberapa inventaris kampus yang dicurigai dilakukan oleh orang umum.

Menurut Jalil, jika alasannya untuk menjaga keamanan kampus, kenapa pintu di samping Bank BNI dibuka? “Itu kan sama saja membuka peluang bagi orang umum masuk ke kampus,” katanya.

Selain Jalil, hal serupa juga dialami Yusli Anggriawan. Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan  Penyiaran Islam (KPI) ini mengatakan, penutupan pintu samping pada pukul 19.00 turut mengganggu aktivitasnya. Pasalnya, pintu itu menjadi akses paling mudah baginya bolak-balik ke Pesanggrahan. “Karena pintu samping sudah ditutup, mau nggak mau saya harus memutar melewati Bank BNI,” ucapnya Kamis (10/4) malam.

Reti menjelaskan, sebetulnya masih ada akses selain pintu samping, yakni lewat jalan depan (melintasi Gedung Wisma Usaha UIN). Namun, jaraknya memang lebih jauh. “Mahasiswa yang masih muda seharusnya dapat memahami kebijakan itu. Kenapa nggakjalan lebih jauh?” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (15/4).

Selain itu, kata Reti, minimnya personel Satpam UIN juga menjadi alasan ditutupnya pintu samping. Ia khawatir, jika satpam difokuskan mengawasi pintu samping, maka konsentrasi mereka akan terpecah.

Reti mengungkapkan, kebijakan yang ia keluarkan masih bersifat kondisional. “Jika nanti personel satpam sudah mencukupi, ada kemungkinan pintu samping akan dibuka lebih lama lagi,” jelas Reti yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI).
Parkir semrawut, pintu samping ditutup

Dalam sejarah pembangunan gedung UIN Jakarta, salah satu satpam, Edy Sutrisno bercerita, sebenarnya, tidak ada rancangan pembuatan pintu samping. Hanya saja, waktu itu seluruh  Satpam UIN sepakat agar pintu samping diadakan guna memudahkan satpam dan mahasiswa keluar-masuk ke Pesanggrahan.

Sekarang, lanjut Sutrisno, penutupan pintu samping yang lebih awal, sebenarnya bukan hanya berasal dari surat instruksi Kepala Biro AUK. Tapi, juga berdasarkan inisiatif satpam. Karena menurut Sutrisno, setiap hari banyak mahasiswa yang memarkir sepeda motor di depan pos satpam hingga menumpuk dan tidak beraturan dengan alasan ingin makan atau photocopy.

“Mahasiswa UIN Jakarta yang memarkir motor mereka di depan pos satpam itu manja karena tidak mau jalan kaki ke Pesanggrahan. Tidak mungkin, kita (satpam) mengingatkan mahasiswa terus. Mahasiswa kan sudah dewasa, punya otak, pinter, dan intelektual, masa nggak ngerti-ngerti” keluh Sutrisno, yang sudah menjadi Satpam UIN selama 25 tahun.


Gara-gara parkir yang semrawut itu, akhirnya, ujar sutrisno, pintu samping ditutup lebih cepat. Meski penutupan pintu menyulitkan akses mahasiswa ke pesanggrahan, namun hal itu tidak berlaku bagi satpam. Karena, jika satpam ingin membeli makan, mereka cukup membuka gembok yang mengunci pintu tersebut. “Saya mahkalau mau beli makan, yah tinggal buka aja pintunya, orang kuncinya dipegang sama satpam,” ucapnya Kamis (10/4).

(Syah Rizal)

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Biaya Kuliah PSPD Naik Hingga Rp 20 Juta
Next post Langkah Auditor Tingkatkan Kualitas LK