Pasang Surut Mahasiswa Asing

Read Time:3 Minute, 11 Second

Berbagai upaya dilakukan UIN Jakarta untuk menggait mahasiswa manca negara. Sejumlah dana pun dikucurkan untuk Beasiswa Rektor.

Bercita-cita menjadi World Class University menjadi target tersendiri bagi Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dede Rosyada. Untuk mewujudkannya, Dede pun membuat berbagai kebijakan. Salah satunya, Dede menyediakan Beasiswa Rektor bagi mahasiswa asing yang melakukan studi di UIN Jakarta.

Kebijakan ini pun dirasakan oleh salah satu mahasiswa asing asal Gambia bernama Famara Wasa. UIN Jakarta menjadi pilihan Famara dengan alasan biaya pendidikan yang terjangkau. Tak hanya itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta ini juga tertarik dengan beasiswa yang ditujukan kepada mahasiswa asing. “Peluang mendapatkan beasiswa di sini lebih besar,” ujar mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Sabtu (2/12).

Beasiswa Rektor juga dirasakan oleh Samba Gajaga. Mahasiswa asing asal Gambia ini memilih UIN Jakarta karena latar belakang keilmuannya. Ia mengaku tertarik dengan kajian Islam yang ada di UIN Jakarta. “Saya juga ingin mendalami ilmu agama di kampus ini,” ujarnya, Sabtu (2/12).

Demi mendapatkan beasiswa itu, Samba mengikuti alur yang sudah ditentukan pihak UIN Jakarta. Ia memulainya dari pemberkasan hingga seleksi wawancara. Seusai proses tersebut, Samba diharuskan untuk mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) selama enam bulan sebelum perkuliahan dimulai. Berbagai fasilitas pun berhak Ia dapatkan, mulai dari biaya kuliah hingga tempat tinggal. Namun, Beasiswa Rektor untuk mahasiswa asing ini tak menanggung biaya hidup untuk penunjang perkuliahan.

Berdasarkan data Rancangan Strategi UIN Jakarta 2017-2021, terhitung hingga Desember 2016, jumlah keseluruhan mahasiswa asing yang melakukan studi di UIN Jakarta mencapai 202 orang. Mahasiswa asing tersebut tersebar di program strata satu, dua, dan tiga. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Sebelumnya pada 2015, jumlah mahasiswa asing sebanyak 71 orang. Sedangkan pada 2016 terdapat 80 orang mahasiswa asing yang kuliah di UIN Jakarta.

Sedangkan dokumen Rincian Per Akun Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Tahun Anggaran 2017 menyebutkan, sebanyak 49 mahasiswa asing tengah menempuh studi di UIN Jakarta. Pada tahun ini, masing-masing mahasiswa mendapatkan besaran dana yang berbeda. Besaran tersebut dibagi berdasarkan jurusan dan strata masing-masing mahasiswa.

Data yang bersumber dari Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran UIN Jakarta  mencatat, mahasiswa asing strata satu mendapat alokasi anggaran Rp1,95 juta sampai Rp2,45 juta per semester. Sedangkan untuk strata dua dan strata tiga mendapatkan anggaran sebesar Rp8 juta dan Rp15 juta. Tak tanggung-tanggung, UIN Jakarta menggelontorkan dana sebesar Rp344,53 juta untuk anggaran Beasiswa Rektor 2017.

Terkait dana Beasiswa Rektor, Kepala Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran Kuswara pun angkat bicara. Menurut pemaparannya, anggaran Beasiswa Rektor bersumber dari Badan Layanan Umum UIN Jakarta. Kuswara juga mengungkapkan, anggaran Beasiswa Rektor berdasarkan rancangan yang dibuat oleh pihak Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI). Rancangan tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan tiap program pendidikan dan jurusan. “Pembayaran biaya kuliah Beasiswa Rektor dilakukan oleh PLKI yang langsung dibayarkan ke UIN Jakarta,” tuturnya, Kamis (30/11).

Saat ditanya terkait rincian penggunaan dana Beasiswa Rektor Kuswara mengaku tak tahu-menahu mengenai hal tersebut. Ia berkilah soal penggunaan dan pembiayaan Beasiswa Rektor dikelola oleh PLKI. “Saya sekadar menyetujui rancangan anggaran yang diajukan,” ungkapnya, Kamis (30/11).

Menanggapi tentang Beasiswa Rektor Wakil Rektor I Bidang Akademik Fadhilah Suralaga mengungkapkan, Beasiswa Rektor hanya mencakup pembiayaan biaya kuliah. “Selebihnya ditanggung sama mahasiswa,” Ungkapnya, Selasa (21/11).

Untuk mengkonfirmasi mengenai penggunaan anggaran Beasiswa Rektor Institut pun menyambangi kantor PLKI yang bertempat di Gedung Rektorat lantai dasar. Sayang, saat itu Ketua PLKI Rahmat Baehaki sedang bertugas ke luar kota. Saat dihubungi Ia mengalihkan kepada salah satu stafnya. Namun, nihil tak sedikitpun keterangan terlontar dari LPKI. Hingga berita ini diterbitkan, PLKI pun masih enggan memberikan informasi terkait dana Beasiswa Rektor.     
  
Tak hanya itu, Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada pun turut enggan memberikan keterangan. Berbagai upaya telah dilayangkan mulai menghubungi via Whatsapp hingga penyampaian surat. Nihil, tak sedikitpun keterangan didapat.

Mohammad Ubaidillah

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Berjibaku Lahan Sengketa
Next post Tak Sepenuh Hati Program Bipa