Zona Singgah nan Indah

Zona Singgah nan Indah

Read Time:2 Minute, 57 Second

Zona Singgah nan Indah
Tak hanya menyajikan pemandangan alam nan menawan, Lembah Ngingrong turut membenahi perekonomian warga lewat pasar digital.

Terletak di tepi jalan, Lembah Ngingrong sering kali dijadikan tempat bersinggah para wisatawan yang hendak menuju pesisir. Menjadi tempat persinggahan, nama Lembah Ngingrong kian dikenal wisatawan dari maupun luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Tak hanya itu, Lembah berkedalaman 80 meter inilah salah satu ikon wisata andalan jalan raya Mulo – Tepus, Wonosari, Yogyakarta. 

Dibuka sebagai tempat wisata pada 2012 oleh pemerintah dan masyarakat Mulo –yang selanjutnya dikelola oleh Desa Wisata Mulo. Lembah ngingrong ini termasuk salah satu dari 16 geosite Gunungsewu Geopark Network yang berada di Gunungkidul. Dengan luas sekitar 10 hektar dan kedalaman 80 meter, Lembah Ngingrong ini menyajikan pemandangan alam berupa lembah bebatuan yang membentang. Pengunjung juga dapat menikmati panorama goa di dasar lembah Ngingrong dari ketinggian. 

Untuk memulai perjalanan menuju Lembah Ngingrong, pengunjung lebih baik menikmati perjalanan saat pagi atau sore hari, agar dapat merasakan angin sejuk berhembus dan cuaca tidak terlalu panas. Perjalanan ke Lembah Ngingrong akan sangat mudah dijangkau jika ditempuh dari Kota Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Pengunjung hanya harus melakukan perjalanan sekitar tiga kilometer menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil menuju Pantai Selatan via jalan Baron, maka pengunjung pasti akan dengan mudah menemukan Lembah indah nan memukau.

Pada tahun 2015, Lembah Ngingrong ini mulai dikenal oleh wisatawan. Tak sedikit dari mereka yang singgah sekadar untuk melepas penat perjalanan dan menikmati panorama lembah. Pemerintah setempat juga mulai membuka wahana Flying Fox bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan lembah dengan cara yang beda. Adapula wisata susur Goa yang dipandu oleh professional.

Untuk menikmati pemandangan lembah, pengunjung tak dikenakan biaya apapun. sedangkan bagi yang ingin menguji nyali bermain Flying Fox dikenakan biaya 45 ribu saja. Pengunjung dapat berfoto dengan berbagai gaya di tempat-tempat yang telah dibangun dan dihias khusus untuk berfoto, juga aman karena di sepanjang lembah ini terdapat pagar pelindung.

Sadar akan potensi wisatawan yang besar, pemerintah Desa Mulo bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul membuka wisata pasar digital yang bertujuan untuk meningkatkan perekonimian warga sekitar. Pasar ini menjajakan aneka makanan tradisional khas Yogyakarta. Ada lebih dari 35 pedagang yang menjajakan makanan khas yang berbeda turut meramaikan pasar digital ini.

Nuansa pedesaan sangat terasa jika memasuki pasar digital ini. Dekorasinya yang sedemikian rupa membuat pengujung betah berlama-lama berbelanja di pasar digital ini. Pintu masuk pasar menggunakan dekorasi bambu dengan banyak caping yang terikat di atasnya. Setiap stan makanan di pasar digital ini juga dibedakan menggunakan tampah bambu yang bertuliskan jenis makanan yang dijual. Penjual di pasar digital ini juga rata-rata menggunakan kendi tanah liat sebagai tempat dagangannya.

Uniknya, alat pembayaran pasar ini menggunakan koin kayu yang bertuliskan angka senilai harganya. Misal angka 5 yang menunjukkan koin itu senilai lima ribu rupiah, di baliknya terdapat tulisan wonderful Indonesia.Pengunjung bisa mendapat koin kayu tersebut dengan menukarkan uang di stan penjaga yang terdapat di pintu masuk pasar. Jadi, uang rupiah tak berlaku di pasar digital ini.

Pembeli yang datang tak hanya dari warga sekitar, namun juga dari luar kota yang bahkan sengaja hanya untuk melihat keunikan dari pasar digital ini. Ditambah pasar ini kian menarik minat pengunjung karena mengikuti perkembangan zaman, makanan tradisional yang dijual juga kian beragam dimodifikasi oleh sang penjual, jadi pasar digital ini memberi kesan tradisional yang modern bagi para pengunjung.

Jika pengunjung datang terlalu siang, maka dipastikan tidak mendapat apa-apa dari pasar digital ini, karena dagangannya sudah habis. Namun pengunjung tak usah kecewa, karena disebrang jalan, terdapat penjaja makanan dan minuman tradisional pula, bahkan menikmatinya bisa di dalam gazebo yang mengarah langsung ke Lembah Ngingrong.

Ayu Naina Fatikha

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

GenBI Selenggarakan Aksi Peduli Lingkungan Previous post GenBI Selenggarakan Aksi Peduli Lingkungan
Next post Tabloid Edisi 54