Kacau Balau Parkiran Kampus Satu

Kacau Balau Parkiran Kampus Satu

Read Time:2 Minute, 54 Second

Berantakannya parkiran Kampus Satu UIN Jakarta menimbulkan keluhan dan penilaian terhadap kinerja Green Parking sebagai penanggung jawab parkiran. Meski begitu, Green Parking menyatakan telah bekerja sesuai SOP dengan maksimal.


Parkiran Kampus Satu Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sering terlihat berantakan. Menurut pengamatan Institut, ada beberapa titik parkir di Kampus satu yang kerap berantakan. Titik parkiran tersebut, seperti di belakang Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), di samping Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), dan di depan Gedung Perpustakaan Lama. Hal tersebut menimbulkan keluhan dari mahasiswa.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga, Muhammad Naabil Ghazalah menilai, kelalaian mahasiswa merupakan faktor utama tidak tertibnya lahan parkir di kampus satu. Tidak tertibnya lahan parkir tersebut, jelas Naabil, disebabkan oleh mahasiswa yang memarkir kendaraan sembarangan demi mengejar waktu perkuliahan.

Naabil juga berharap, GP mempunyai solusi serta ketegasan untuk menertibkan mahasiswa dalam memarkir kendaraan. “Hingga sekarang, GP masih tidak becus menghadapi masalah ini karena tidak mempunyai solusi yang baik,” ucap Naabil melalui WhatsApp, Senin (30/10).

Senada dengan Naabil, Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Wildan Syamil Zaim mengaku kesal karena kurangnya kesadaran mahasiswa dalam memarkirkan kendaraan. Wildan mengatakan, kurangnya kesadaran mahasiswa itu menyulitkan dirinya untuk mencari tempat parkir. “Saya berharap ke depannya mahasiswa dapat lebih tertib dan mengikuti aturan yang berlaku,” ujarnya, Senin (30/10).

Selain itu, Mahasiswa Prodi Dirasat Islamiyah Dzikry Ardhan juga mengeluhkan perihal parkiran yang berantakan di sekitar FDI. Dzikry menilai, Petugas GP kurang maksimal membantu mahasiswa yang kesulitan mengeluarkan motor karena lahan parkir yang terlalu penuh. Hal tersebut, lanjut Dzikry, membuat dirinya harus menunggu sampai sore untuk mengeluarkan kendaraan dari parkiran.

Dzikry menginginkan GP lebih bertanggung jawab untuk mengamankan kondisi parkiran dan turut membantu mahasiswa yang kesulitan di tempat parkir.  Dzikry berharap pihak kampus memiliki solusi untuk lahan parkir kampus satu. “Perlu ada inovasi baru dari universitas dan tanggung jawab lebih petugas parkir agar tidak acuh terhadap mahasiswa yang kesulitan di parkiran,” ucapnya, Selasa (21/11).

Menanggapi hal tersebut, Manajer Operasional GP, Adhi Oktavianto menyatakan, GP sudah menyiapkan petugas serta sarana dan prasarana untuk parkir. Adhi juga mengatakan, pihaknya sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan maksimal namun banyak mahasiswa yang melanggar aturan, seperti melawan arah dan parkir sembarangan.

Lanjut, Adhi menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya menertibkan parkir. Adhi menambahkan, kurangnya kesadaran mahasiswa membuat parkiran kampus satu menjadi tidak tertib. “Kami sudah berupaya menertibkan dengan mengarahkan mahasiswa setiap pagi untuk parkir di basemen dan membuat rambu-rambu,” ucap Adhi, Senin (30/10). 

Adhi juga mengeluhkan tarif parkir yang masih di bawah ketentuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kepada pihak kampus. Berdasarkan  aturan Pemkot Tangsel, lanjut Adhi, tarif parkir semestinya Rp2000. “Namun, tarif parkir di Kampus Satu masih pada seribu rupiah,” ungkapnya, Jumat (24/11).

Wakil Ketua Tim Sewa UIN Jakarta, Asep Syarifuddin Hidayat menjelaskan, pihak kampus mengupayakan perbaikan pengawasan terhadap pihak GP. Asep Syarifuddin mengatakan, pihak kampus sedang membenahi antrean panjang masuk kampus dengan menegur GP untuk memperbaiki atau mengganti mesin parkir yang bermasalah. 

Asep Syarifuddin juga mengutarakan, pihak kampus akan memberikan sanksi kepada GP, jika melakukan kesalahan fatal. “Ketika melakukan kesalahan, GP mendapat penalti pembayaran dari yang seharusnya. Jika kesalahannya fatal dan mengharuskan pemutusan perjanjian kerja samanya, maka akan diputus,” pungkasnya, Rabu (1/11).

Institut telah berupaya menghubungi Wakil Rektor (Warek) Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian, Imam Subchi sejak Senin (30/10) melalui surat dan WhatsApp. Namun, hingga Kamis (23/11), tidak ada keterangan dari Warek dan pihak Rektorat UIN Jakarta mengenai persoalan parkir ini.

Reporter: BD

Editor: Wan Muhammad Arraffi

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Mahasiswa Butuh Layanan Konseling Previous post Mahasiswa Butuh Layanan Konseling
Renovasi Sekretariat Ormawa Next post Renovasi Sekretariat Ormawa