
Sejumlah maba terkena tarif tinggi saat memarkirkan kendaraannya di Kampus 1 UIN Jakarta. Hal tersebut membuat maba merasa keberatan, karena tidak sesuai dengan ketentuan tarif parkir bagi mahasiswa.
Pada Rabu (29/7), tepatnya pada pukul 7 pagi Dandi—bukan nama sebenarnya—mahasiswa baru (maba) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta datang ke kampus untuk mengikuti kegiatan pengenalan kampus yang diadakan oleh pihak program studi (Prodi) menggunakan sepeda motor. Sesampainya di Kampus 1 UIN Jakarta, ia pun memarkirkan sepeda motornya di dalam kampus sesuai aturan yang berlaku.
Setelah kegiatan tersebut selesai, pukul 12 siang Dandi bergegas pulang. Sesuai aturan yang berlaku, tarif parkir untuk mahasiswa adalah Rp1 ribu. Namun, saat hendak keluar kampus, petugas parkir bertanya apakah dirinya maba atau bukan. Ketika menjawab maba, petugas parkir langsung menembak tarif senilai Rp12 ribu. Dirinya pun terkejut, dan keberatan jika harus membayar tarif yang tinggi tersebut.
“Habis itu langsung saya tawar jadi Rp10 ribu, karena setahu saya mahasiswa itu tarifnya Rp1 ribu. Setelah itu langsung saya kasih Rp10 ribu,” ujar Dandi saat diwawancarai, Jumat (31/7).
Dandi menambahkan, dirinya menyayangkan adanya kejadian penaikan tarif itu, ia berharap ada penindakan tegas terhadap oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) itu. “Mohon pihak kampus segera menindak tegas oknum petugas parkir tersebut, agar memberikan efek jera dan tidak berkelanjutan,” tambahnya.
Senasib dengan Dandi, Tedy—bukan nama sebenarnya—yang juga maba FST UIN Jakarta, pun, terkena tarif tinggi ketika parkir di kampus 1 UIN Jakarta. Saat itu, Tedy parkir mulai pukul 7 pagi hingga 12 siang. Sesuai aturan yang berlaku, Tedy sudah menyiapkan Rp1 ribu untuk membayar parkir yang diperuntukan untuk mahasiswa, dirinya ditanya hal serupa, apakah maba atau bukan. Ketika menjawab maba dan memberi karcis parkir kepada petugas, Tedy dipatok untuk membayar tarif sebesar Rp12 ribu.
Selanjutnya, Tedy mengaku sempat protes ketika dikenakan biaya tersebut. Namun, petugas parkir hanya menjawab, bahwa tarif Rp1 ribu hanya untuk mahasiswa. Lantaran itu, ia mengira terdapat perbedaan harga antara mahasiswa dan maba. “Semoga sukses,” singgung Tedy, Kamis (30/7).
Kejadian tersebut bukanlah yang pertama kalinya, hal serupa telah terjadi tahun sebelumnya, tepatnya pada Agustus 2025. Berdasarkan laporan Institut sebelumnya berjudul Oknum Triguna Patok Tarif Tinggi pada Maba, Adi—bukan nama sebenarnya—maba FST UIN Jakarta terkena tarif senilai Rp 10 ribu oleh petugas parkir di Lapangan Triguna, lantaran tidak bisa menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Serupa, Dita—bukan nama sebenarnya—maba FST UIN Jakarta, pun, terkena tarif sebesar Rp 8 ribu di Lapangan Triguna.
Sebelumnya, UIA Parking merupakan vendor parkir yang menjalin kerja sama dengan UIN Jakarta melalui Pusat Pengembangan Bisnis (PPB) selama lima tahun—hingga 2030. UIA Parking juga merupakan vendor yang bertanggung jawab atas parkiran di Lapangan Triguna sejak parkiran tersebut mulai beroperasi. Lalu, pada November 2025 UIA Parking resmi menjadi pengelola area parkir Kampus 1 UIN Jakarta. Sampai saat ini, parkiran di Lapangan Triguna dan Kampus 1 UIN Jakarta dikelola oleh UIA Parking.
Manajer UIA Parking, Deden Ahmad Ismail menjelaskan, pihak UIA Parking sangat menyayangkan dan merasa kecewa terhadap karyawan yang melakukan tindakan di luar manajemen, yaitu memberikan tarif parkir tanpa aturan. “Kami akan memberitahukan Direktur UIA Parking setelah mitigasi dan investigasi clear. Setelah clear, akan dilakukan tindakan tegas. Pemutusan kontrak kerja, apabila terbukti melakukan tarif tak beraturan,” tegas Deden, Sabtu (1/8).
Deden pun menambahkan, akan memberikan informasi melalui spanduk terkait tarif parkir supaya bisa diakses oleh mahasiswa ketika ada petugas parkir yang melakukan tarif parkir tak sesuai aturan. Juga akan dicantumkan narahubung untuk komplain dan melapor ke manajemen UIA Parking. “Supaya tidak terjadi lagi, semua karyawan akan diberi edukasi dan pemberitahuan di saat mahasiswa baru akan mulai masuk kampus,” pungkasnya.
Reporter: Naufal Fauzan
Editor: Rifki Kurniawan
