Titik Awal Pengenalan Budaya Kampus

Membawa pentingnya kedalaman spiritual, kepekaan sosial, dan integritas kepada maba dalam menghadapi tantangan zaman, UIN Jakarta menyelenggarakan pembukaan rangkaian PBAK 2026.


Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 pada Rabu (26/8), di Lapangan Utama UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan. PBAK 2026 mengusung tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi: Wujudkan Generasi Ulul Albab untuk Peradaban Bangsa”.

Peresmian tersebut dihadiri 4.627 mahasiswa dari lima fakultas, yaitu Fakultas Dakwah Ilmu dan Komunikasi (FDIKom), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Psikologi (FPsi), dan Fakultas Ushuludin (FU). Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, pembacaan doa, laporan komandan upacara, dan pengibaran bendera UIN Jakarta. Selanjutnya, laporan kegiatan PBAK oleh Aktobi Ghozali selaku Ketua Pengarah PBAK.

Selanjutnya, acara dilanjutkan sambutan dari Asep Saepudin Jahar selaku Rektor UIN Jakarta. Dalam sambutannya, Asep menekankan pentingnya kedalaman spiritual dan kepekaan sosial kepada mahasiswa baru (maba). Sebagai generasi Ulul Albab, maba harus terus mempunyai cita-cita yang tinggi dan niat yang tulus untuk terus belajar.

“Kalian akan menghadapi berbagai tantangan yang jauh lebih kompleks daripada yang sudah kita alami. Mari kita terus menjunjung tinggi integritas, kedisiplinan saling menghormati, dan semangat kekeluargaan,” ujar Asep pada Rabu (26/8).

Lalu, paparan utama disampaikan oleh Nuzran Joher selaku Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI) periode 2026-2031 disertai oleh pembukaan PBAK dengan penanaman pohon diikuti penyematan tanda peserta PBAK kepada maba. Nuzran mengatakan pentingnya integritas mahasiswa harus dibentuk sejak masa perkuliahan. Menurutnya, kecerdasan teknologi dan kepedulian lingkungan wajib memiliki fondasi moral agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Teknologi tanpa integritas melahirkan kejahatan siber dan penyebaran hoaks. Kepedulian lingkungan tanpa keberanian hanya akan melahirkan pembiaran terhadap kerusakan alam,” pungkas Nuzran pada Rabu (26/8).

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pengenalan dua belas fakultas dari perwakilan mahasiswa lama masing-masing fakultas, pembacaan Panca Satya Mahasiswa, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta penyampaian orasi dari ketua Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif  Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta. 

Semarak pembukaan tersebut berlanjut dengan sesi wicara inspiratif yang dibawakan oleh Ahmad Dekatama Putra Zaman selaku kreator konten Pasming Based. Pada sesi ini, Ia menyarankan mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada angka indeks prestasi, melainkan juga memperbanyak portofolio lewat organisasi, kompetisi, dan program magang sebagai fondasi memasuki ranah profesional.

“IPK akan menjadi syarat administratif. Tapi yang akan menjadi pembeda adalah CV kalian, apakah kalian pernah ikut lomba, apakah kalian pernah ikut organisasi, apakah kalian pernah ikut magang,” tutur Ahmad pada Rabu (26/8).

Salah satu maba asal FDIKom, Luthfi mengungkapkan kegembiraannya karena rangkaian PBAK yang menyenangkan. Lutfi mengaku mendapatkan hal baru dan melihat lingkungan dari fakultas lainnya. 

Reporter: Ananda Adriansyah
Editor: Anggita Rahma Dinasih

Previous post Ribut-ribut Klaim Aset Menuju PTKN-BH
Next post Plastik Menghiasi PBAK