Jepretan di Tengah Konflik

Read Time:2 Minute, 9 Second


Judul Film           : The Bang-bang Club
Produksi, tahun  : Adam Friedlander, 2011

Sutradara             : Steven Silver
Genre                   : Action
Durasi                  : 106 menit

Grek Marinovacih, seorang jurnalis foto amatir yang baru diterima kerja di sebuah media massa. Sang redaktur langsung menugaskan Grek ke daerah konflik di Afrika Selatan. Grek bersama kawan-kawannya yaitu,  Joao Silvia, Kevin Carter, dan Ken Oosterbroek harus mendapatkan berita foto.

Film berjudul The Bang-bang Club yang berdurasi sekitar 106 menit menceritakan perjuangan Grek dan kawan-kawannya di medan perang ketika konflik pembebasan Nelson Mandela. Sebagai seorang jurnalis foto, Grek bukan hanya dituntut untuk mendapatkan foto berkualitas baik, tapi mampu mendapatkan sebuah momen yang tak diperoleh jurnalis foto lain.

Awalnya, sekte musuh mencurigai keberadaan Grek dan kawan-kawannya. Tapi, dengan kemampuan lobi yang baik, suku tersebut akhirnya mengizinkan Grek untuk menjalankan tugas. Sehingga, ia pun bisa berada di posisi yang tepat saat baku hantam terjadi.

Meski begitu, Grek tetap berusaha netral untuk tidak memihak salah satu kelompok. Ketika ada kelompok yang sedang menghabisi nyawa kelompok lain, Grek tidak berusaha untuk menolong, ia takut dikira sebagai musuh dan nyawanya bisa terancam. Ia hanya fokus dengan bidikan kamera yang merekam setiap pertistiwa. Tapi tetap saja pandangan penuh curiga mengarah kepadanya.

Posisi Grek yang selalu ada di garda terdepan, membuat ia mampu menghasilkan foto yang bernilai tinggi. Tidak ada jurnalis foto yang memperoleh hasil gambar seperti Grek. Sehingga, redaktur foto pun memberikan pujian atas kerja keras Grek tersebut.

Keberanian Grek dan kawan-kawan menembus daerah konflik, serta kemampuan mereka melakukan lobi-lobi akhirnya membuahkan hasil. Jepretan foto karya Grek dimuat hampir seluruh media massa di dunia dan diletakkan pada halaman muka.

Tentunya, foto masterpiece tersebut dihargai mahal, Grek pun mendadak kaya dan terkenal. Namun, dibalik kesuksesannya masih ada orang kulit hitam yang mencibirnya. Grek yang merupakan keturunan kulit putih ditengarai memanfaatkan konflik antara orang kulit hitam, meski Grek tidak pernah memikirkan hal itu.

Perjuangan Grek dapat menjadi contoh untuk para jurnalis foto yang selalu ‘bermain aman’. Nyatanya, perjuangan Grek tidak sia-sia, bahkan dunia mengapresiasi hasil karyanya.

Film ini memberikan banyak pelajaran yang berharga. Namun, sebagai orang yang memperhatikan nilai ketimuran, juga harus memperhatikan adegan-adegan seksual dalam film The Bang-bang Club yang memiliki porsi lebih dari film-film bergenre serupa.
Lihat review-nya disini:



(Dewi Maryam)

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Lesbumi Respon Modernitas
Next post Kulit Hitam dan Perbudakan