Kisah Tiga Srikandi Pengharum Nama Bangsa

Read Time:2 Minute, 21 Second
Judul Film       : Tiga Srikandi
Sutradara         : Iman Brotoseno
Tahun Rilis     : 4 Agustus 2016
Durasi              : 90 menit

Di tengah-tengah kondisi kritis, di mana hilangnya atlet pemanah professional, Indonesia  berjuang keras mengahdapi Olimpiade Musim Panas ke-24 di Korea Selatan. Dari situlah terlahir tiga srikandi yang mengharumkan nama bangsa.
Pada 1998, Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk ikut serta dalam ajang Olimpiade di Korea Selatan. Kondisi wajah olahraga pemanah yang tidak cukup baik, menjadi langkah berat Indonesia. Pada masa itu Indonesia tidak memiliki sosok pelatih yang tepat untuk mempersiapkan atlet wanita pada cabang panahan dalam waktu yang cukup singkat.
Menengok peristiwa beberapa tahun silam, Indonesia memiliki seorang atlet professional yaitu  Donald Pandiangan (Reza Rahardian) yang dijuluki sebagai Robin Hood Indonesia. Sekian tahun Donald menghilang dari dunia panahan setelah kejadian yang menimpanya pada 1980. Donal mengalami depresi dan terpukul karena tidak bisa mengikuti olimpiade panah di Moskow sebab alasan politis.
Tiga orang wanita tangguh muncul setelah beberapa tahun pasca era kejayaan Donald. Wanita-wanita ini merupakan atlet cabang panahan yang terpilih untuk bertarung di negara tetangga sebagai wakil Indonesia. Mereka adalah Kusuma (Tara Basro), Lilies (Chelsea Islan), dan Nurfitriyana (Bunga Citra Lestari).
Keberadaan tiga wanita itu nyatanya tak cukup menyelesaikan permasalahan Indonesia dalam menyiapkan pertarungan melawan negara-negara lain dalam olimpiade Korrea Selatan. Masalah baru pun muncul ketika tak ada lagi pelatih yang mampu menaungi mereka, para srikandi. Kini kehadiran Donald pun menjadi harapan besar bagi Indonesia.
Permasalahan mulai pelik, ketika masa perlombaan semakin dekat, wanita itu dihadapkan dengan masalah masing-masing, mulai dari masalah keluarga hingga masalah percintaan hingga terancam tidak akan diberangkatkan . Nurfitriyana mendapatkan pertentangan dari sang ayah yang tidak menginginkan dirinya menjadi seorat atlet, Kusuma yang harus membantu orang tuanya mencari nafkah untuk adik-adiknya, begiotu pula Lilies, orang tuanya tidak menyetujui hubungan dirinya dengan kekasihnya.
Tak tinggal diam, pengurus persatuan panahan, Udin (Donny Damara) berusaha membujuk Donald untuk kembali ke dunia panahan melatih ketiga Srikandi tersebut. Tak mudah bagi Udin untuk menggugah hati Donald, hingga akhirnya Donald memutuskan untuk melatih mereka.
Memiliki sifat keras, disiplin, dan militan membentuk Yana, Lilies, dan Suma memalui kerasnya medan latihan yang mereka lalui. Mereka tak kenal lelah untuk terus berlatih, siang dan malam mereka lewati dengan latihan yang memeras fisik, emosi, dan mental. Usaha yang mereka lakukan pun terbayar dengan berhasilnya mereka merebut medali perak.
Film garapan sutradara Iman Brotoseno ini menceritakan kisah perjuangan tiga atlet wanita yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Berlatar belakang tahun 1998, film ini berlokasi syuting di Indonesia dan di Jerman. Cerita film ini diadopsi dari kisah nyata, meskipun demikian ada beberapa adegan yang didramatisir dalam film ini. 

Untuk lebih jelasnya, simak cuplikan filmnya di bawah ini:

AZ

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Maafkan Aku, Ayah..
Next post Tangkal Berita Hoax