Meneropong Kiprah Dema-U ke Depan

Meneropong Kiprah Dema-U ke Depan

Read Time:3 Minute, 24 Second

 

Meneropong Kiprah Dema-U ke Depan

Sejumlah organisasi mahasiswa (Ormawa) termasuk Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) dilantik secara resmi oleh pihak kampus, Senin (21/6) lalu. Sejak awal masa pencalonan hingga resmi dilantik, visi, misi, serta program kerja (Proker) yang dicetuskan oleh Dema-U kian menjadi sorotan di kalangan mahasiswa. Untuk mengetahui gambaran terkait kinerja Dema-U satu periode ke depan, Institut melakukan wawancara khusus dengan Ketua Dema-U periode 2022/2023, Muhammad Abid Al-Akbar pada Senin (21/6). 

Bagaimana cara memperbaiki Kinerja Dema-U yang sekarang?

Pertama, karena pascapandemi, pastinya perlu penguatan internal untuk menghadapi masa yang akan datang. Hal ini memerlukan adanya penguatan yang lebih intensif. Terlebih juga Dema-U saat ini memiliki struktur yang banyak, sehingga itu akan menjadi titik poin agar bisa melewati masa pascapandemi bersama.

Apakah gaya kepemimpinan tahun ini akan berbeda dengan periode sebelumnya?

Gaya kepemimpinan Dema-U tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu, beda cara kepemimpinan akan beda juga kepentingannya. Saya tidak bisa menilai bagaimana cara saya memimpin, hanya mahasiswa serta teman-teman Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta yang bisa menilainya. Pola kepemimpinan di setiap waktu dan segi kondisi itu juga pasti berbeda. Hal yang ingin saya tekankan adalah rasa kekeluargaan, bahwasanya Dema-U ini satu keluarga, ketika rasa kekeluargaan itu sudah tumbuh, maka proker yang kami rencanakan akan berjalan dengan lancar juga.

Apakah ditahun ini Dema-U akan mengaktifkan fungsi aktif dan kritis? 

Dema-U di tahun ini akan jauh lebih kritis dan aktif, karena Dema-U yang sudah dikenal oleh mahasiswa adalah sebagai organisasi yang kritis terhadap kampus, maka itu akan dikembalikan dan tidak menghilangkan nilai-nilai kritik tersebut.

Gebrakan baru untuk mengangkat kiprah Dema-U sekarang?

Program baru pasti ada. Kalau tahun-tahun sebelumnya Dema-U hanya hadir di kalangan UIN Jakarta saja, tahun ini kami akan mencapai ke ranah internasional. Jadi tidak hanya sebatas level-level nasional. Intinya Dema-U akan mengadakan kegiatan yang bisa mencakup ranah internasional.

Kegiatan untuk mengenalkan Dema-U sekarang kepada mahasiswa?

Kami akan mengadakan Proker dan rapat kerja (Raker), dan hasil dari rapat itu akan kami bagikan melalui media  Instagram Dema-U UIN Jakarta. Selain itu, akan kami kampanyekan juga kepada mahasiswa UIN Jakarta, sehingga mereka akan tau eksistensi Dema-U yang sekarang.

Kelanjutan proker penanganan kekerasan seksual di awal pencalonan? 

Visi misi Dema-U ada yang menyinggung mengenai isu kekerasan seksual (KS). Dalam Proker ada dua tahap, yaitu tahap sebelum rapat dan tahap kerja. Namun tahap sebelum rapat kerja sendiri akan dilaksanakan oleh ketua bidang bersama bidangnya masing-masing. Tapi ada titik poin di mana ketua Dema-U memberikan satu gagasan besar sebagai tujuan Dema-U terhadap masalah UIN Jakarta, salah satunya adalah isu kekerasan seksual, yang mana Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sudah disahkan. Dema-U juga tetap mengawal ketetapan tersebut, jangan sampai hanya dilegalkan tapi masih ada kasus-kasus baru. Kemudian menyoal penanganan kasus KS, penanganan ini melalui advokasi dan juga sosialisasi. Dema-U akan terlibat lebih banyak untuk sosialisasi KS dan program kerja ini mungkin akan jadi Proker lanjutan yang harus terus dikawal.

Untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) KS sudah di tahap mana?

SOP KS sudah diserahkan dan nantinya isu KS ini berada di bawah naungan bidang pemberdayaan perempuan. Akan ada SOP yang sudah kami sampaikan kepada rektor. Kami juga sudah melakukan upaya-upaya dalam penanganan KS dan akan segera kami maksimalkan dengan mendesak rektorat untuk pengesahan SOP yang dilaksanakan.

Apakah Dema-U berencana membuat lembaga penanganan KS di UIN?

Terkait lembaga, Dema-U akan melihat situasi dan kondisi kedepannya. Bila SOP tidak ditindak lanjuti, maka Dema-U akan membuat lembaga itu. Setidaknya ada warisan dari Dema-U untuk penanganan pelecehan seksual entah itu sebuah lembaga ataupun sebuah sistem.

Rentang waktu Dema-U bisa menangani masalah isu KS?

Dema-U menargetkan sekitar bulan agustus nanti, sebelum pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), hal itu sudah mencapai sasaran.

Harapan Anda untuk mahasiswa terkait proker Dema-U ?

Harapan saya kepada mahasiswa agar bisa ikut berpartisipasi, meskipun bukan bagian dari Dema-U. Karena Dema-U juga lahir dari mahasiswa UIN.

Reporter: Ken Devina

Editor: Sekar Rahmadiana Ihsan


About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Demo Tolak RUU KUHP Berujung Nihil Previous post Demo Tolak RUU KUHP Berujung Nihil
Peduli Lingkungan, Punahkan Sampah Plastik Next post Peduli Lingkungan, Punahkan Sampah Plastik