Suara Hati Mahasiswa Kelas Internasional

Read Time:1 Minute, 12 Second

Setidaknya, empat fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta membuka kelas internasional. Namun, nasibnya kini seperti ada dan tiada. Untuk melihat respons mahasiswa kelas internasional, divisi Litbang Institut  melakukan survey terhadap 133 mahasiswa kelas internasional di empat fakultas. Sampel diambil dengan metode non-probabilty sampling dan teknik pengambilan sampel dengan incidental.

Berdasarkan hasil survei 82% responden merasa fasilitasyang disediakan tidak memadai, hanya 12% sisanya yang menyatakan fasilitasnya sudah memadai. Selanjutnya, 64% responden menyatakan pengajaran yang diterimanya di kelas internasional tak sesuai, sedangkan 36% lainnya menyatakan sudah sesuai.

Lebih lagi, 89,5% responden menyatakan biaya kuliah yang telahdibayarkan tak sebanding dengan sarana dan prasarana yang diterimanya, hanya 10,5% yang merasa sebanding. Bukan hanya itu, dari 133 responden, 82% menyatakan tak puas dengan pelayanan kelas internasional, sisanya sebanyak 12% menyatakan sudah puas.

Dalam survei ini, Litbang Institut juga mencoba menanyakan apa yang diinginkan mahasiswa kelas internasional, mayoritas responden mempertanyakan status internasional yang mereka sanding. Tak hanya itu mereka juga ingin fasilitas yang memadai dan dosen yang kompeten. Lebih dari itu, responden juga ingin kejelasan ke mana uang yang selama ini mereka bayarkan dan juga kejelasan ijazah double degree.

*Survei ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke 133 sampel mahasiswa kelas internasional  UIN Jakarta di empat fakultas di antaranya, FST, FISIP, FEB, dan FSH. Survei ini dilakukan hanya untuk mengetahui respons mahasiswa kelas internasional bukan untuk mengevaluasi secara keseluruhan. 







About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Meresapi Budaya, Mengenali Rasa Melalui Calung
Next post Perempuan dalam Politik