Maba Keluhkan Biaya Makrab

Read Time:2 Minute, 1 Second
Mahasiswa baru (Maba) merasa keberatan dengan adanya kegiatan Malam Keakraban (Makrab) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Tempat pelaksanaan yang di luar lingkungan kampus serta biaya yang mahal jadi masalah keberatan maba.
Seperti yang diungkapkan oleh maba jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Safinah Adiliyah  yang mengeluhkan tempat pelaksanaan kegiatan makrab berada di luar kampus. Menurutnya dengan mengambil tempat kegiatan di luar kampus justru biaya yang harus di keluarkan akan lebih besar. “Biaya pendaftarannya Rp90 ribu, kalau untuk aku yang anak kosan kan lumayan mahal, lebih baik beli buku daripada harus bayar,” keluh Fina, Minggu (8/10).
Senada dengan Fina, maba Jurusan Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora Muhammad Syihabuddin Asyraf  juga mengeluhkan biaya pendaftaran makrab yang mencapai Rp200 ribu. Menurut Syihab kegiatan tersebut diperuntukkan pada maba agar dapat menambah wawasan tentang jurusan. Namun Ia mempertanyakan kegiatan makrab yang bertujuan untuk lebih mengenal jurusannya tapi malah sebaliknya mengapa harus berada di luar kampus.
Ketika dikonfirmasi kepada ketua HMJ Tarjamah Imam Maksum Amrullah tentang biaya makrab yang mahal Ia menjelaskan bahwa pihaknya membatalkan acara makrab. Saat ditanya alasannya, Imam tidak memberitahukan alasan mengapa kegiatan yang semula dijadwalkan pada 13-15 Oktober tersebut dibatalkan.
Menanggapi persoalan makrab tersebut, Ketua Jurusan Tarjamah Moch. Syarif Hidayatullah tidak jadinya diselenggarakan kegiatan makrab di luar kampus karena pihak program studi tidak akan bertanggung jawab dengan kegiatan tersebut. Sesuai dengan surat edaran Rektor yang Ia terima tentang pelarangan kegiatan di luar kampus, Ia pun kemudian menerapkannya sesuai peraturan yang ada.
Lebih lanjut apabila HMJ ingin tetap melaksanakannya, Syarif  menekankan agar kegiatan tersebut berada di dalam kampus dan memiliki agenda acara yang  jelas. “Kegiatannnya harus berisi dengan nuansa akademik dan bukan untuk kegiatan senang-senang,” ujarnya, Senin (9/10).
Terkait kegiatan makrab yang berada di luar kampus, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Yusron Razak hanya menyerahkan kewenangan tersebut kepada pihak jurusan maupun fakultas. Menurutnya kegiatan ini berada di bawah jurusan dan pihak universitas pun tidak mempunyai wewenang untuk mengaturnya. “Semua kembali kepada pihak jurusan  tersebut dalam membuat peraturan terkait makrab. Termasuk juga di dalamnya peraturan biaya pendaftarannya,” ujarnya, Senin (9/10).
Lebih lanjut menurut Yusron, dalam pelaksanaannya pihak jurusan harus mengisi kegiatan tersebut dengan agenda yang positif seperti diisi dengan nilai-nilai akademis, edukatif dan islamis serta harus ada pendampingan dari dosen. “Harus ada yang mengawasi kegiatan tersebut minimal dari ketua jurusan tersebut,” tuturnya, Senin (9/10).
HS

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Menjadi Hacker Andal dengan Kepribadian Ganda
Next post Perseteruan Agama dan Peristiwa Besar Dunia