Minim Sumber Daya Manusia, Gedung Baru Terbengkalai

Minim Sumber Daya Manusia, Gedung Baru Terbengkalai

Read Time:1 Minute, 47 Second
Minim Sumber Daya Manusia, Gedung Baru Terbengkalai

Persoalan yang terjadi di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) milik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tak kunjung usai. Selain fasilitas yang tidak memadai, penempatan gedung yang terkesan tergesa-gesa tak hayal memberi dampak kepada mahasiswa dengan minimnya pengelolaan dan ketersedian fasilitas sarana belajar mengajar.
Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Dede turut terkena dampak dari minimnya pengelolaan dan fasilitas di Gedung PPG yang diresmikan Senin, 11 Maret 2019. “Dari segi arsitektur sudah mewah. Namun sayang, kurang Sumber Daya Manusia (SDM) untuk urusan pengelolaan gedung,” ujar Dede, Selasa (21/05).
Misalnya saja untuk petugas keamanan hanya ada dua orang. Keberadaan mereka di PPG sampai jam 10 pagi, diatas jam 10 sudah tidak terlihat lagi petugas keamanan yang bertugas. Begitu pula dengan jumlah petugas kebersihan, untuk sembilan lantai hanya ada satu petugas kebersihan.
Tak sampai di situ, minimnya keberadaan petugas kebersihan pun dibenarkan Mahasiswi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Hadiyatun Nadia. Musala yang tidak bersih menjadi perhatian utamanya ketika resmi menempati Gedung PPG. “Jadi kalau salat biasanya dikelas. Menggelar tikar bersama taman-teman,” katanya, (21/05).
Masalah kebersihan diperparah dengan ketidaklengkapan peralatan kebersihan disetiap lantai. Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Rayhan meresahkan keadaan kamar mandi yang baru namun tidak terawat. “Kamar mandi menjadi tempat vital dan juga cerminan bagi keadaan fasilitas lain di gedung, tapi nyatanya tidak terawat,” tutur Rayhan (21/05).
Rayhan menjelaskan sebelum dimulai kegiatan belajar mengajar, Ia bersama temannya akan merapikan kelas terlebih dahulu. Karena basis PGMI di lantai delapan, mereka rela turun kelantai dua untuk meminjam alat kebersihan. Untuk kegiatan peribadatan, Rayhan mengaku selalu membawa sajadah karena minimnya kebersihan dan ketersediaan fasilitas penunjang ibadah.
Menanggapi permasalahan ini, Dekan FITK, Sururin menyatakan keperihatinannya. Ia menegaskan bahwa sudah dilakukan beberapa kali pengecekan langsung kesana. “Kami terus melakukan upaya mengenai fasilitas. Saya kembalikan ini kepada pimpinan universitas agar segera diadakan tenaga kebersihan dan keamanan,” jelasnya Sururin, saat ditemui di ruang Dekan FITK, Selasa (21/05).
Sururin mengakui keberadaan Gedung PPG masih kurang dari segi pengelolaan. Ditambah, pengadaan SDM untuk pengelolaan gedung bukan perkara yang mudah. Sulitnya birokrasi antara fakultas dengan pusat menjadi hambatan utama. “Alternatifnya, kami menarik beberapa pegawai dari Ciputat,” sebut Sururin, Selasa (21/05).


DBA

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Ungkap Kejahatan Via Media Sosial Previous post Ungkap Kejahatan Via Media Sosial
Malaikat Kecil yang dirindu Tuhan Next post Malaikat Kecil yang dirindu Tuhan