Ngarai Sianok, Lembah Cantik nan Menawan

Read Time:2 Minute, 25 Second


x


Panorama Ngarai sangat indah ketika sinar matahari terik dibingkai perbukitan terjal di kiri dan kanan. Di bawahnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing.

Ngarai Sianok merupakanlembah curam dari bagian patahan yang memisahkan Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau sebagai hasil dari gerakan turun kulit bumi atau sinklinal yang dialiri Batang Sianok. Batang berarti sungai, Sedangkan dalam bahasa Minangkabau, Batang Sianok artinya sungai yang airnya jernih.

Lembah yang patut disandingkan dengan keindahan Grand Canyon NationalPark Amerika ini berada di perbatasan kota Bukittinggi. Lokasi lembah yang satu ini persisnya di Desa Sianok, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Walaupun secara administratif letak lembah yang satu ini berada di Kabupaten Agam, namun akses ke  pusat kota Bukittinggi justru lebih dekat.

Untuk menuju Ngarai Sianok, dapat ditempuh sekitardua jam perjalanan dari BandaraInternasional Minangkabau. Sedangkan, jika datang dari arah Jam Gadang, maka jarak ke Taman Panorama hanya sekitar satu kilometer saja. Ada angkutan kota, ojek, atau delman ke arah Panorama. Ini bisa jadi pilihan bagi pelancong yang tak membawa kendaraan pribadi.

Harga tiket masuk yang dipatok untuk wisata ini tergolong murah. Anak-anak dikenakan kocek sebesar Rp10.000 dan dewasa Rp15.000. Tempat wisata ini cocok dikunjungi dengan keluarga lantaran suasana udaranyayang sejuk dan menenangkan.

Selain menikmati pemandangan Ngarai Sianok, pengunjung juga bisa menjelajahi Bunker         Jepang, yang pintu masuknyatepat berada di bagian bawah Taman Panorama.Bunker Jepang ini dibangun oleh orang Indonesia melaluikerja paksa di bawah tekanantentara Jepang yang menduduki Indonesia dari 1942 sampai 1945.

Di dalam bunker, ada 21 terowongan dengan beragam kegunaan. Mulai dari menyimpan amunisi, tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang tahanan, ruang makan, dapur, ruang sidang, ruang penyiksaan, ruang mata-mata, ruang penyergapan, dan pintu gerbang untuk melarikan diri.

Pemandu Wisata Ngarai Sianok, Ahmed, mengatakan bila kondisi pandemi Covid-19 dan PPKM membuat tempat wisata menjadi sepi. Biasanya, kata dia, pengunjung bisa mencapai seribu orang, terutama pada akhir pekan atau musim          liburan. “Ngarai Sianok sudah dibuka kembali. Namun, pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan,” ujar Ahmed, Sabtu (20/11).

Salah satu pengunjung Ngarai Sianok, Aziz Asyraf mengakusangat puas dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan, terutamadi bagian musala yang bersih.Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta asal Batusangkar ini juga mengatakan bahwa Ngarai Sianok merupakan tempat wisata yang bagus dan tenang untuk  sekedar melepaspenat. “Tempatnya yang berada di pinggiran kota cocok dijadikantempat refreshing bersama keluarga,” ujarnya saat diwawancarai online melalui WhatsApp, Sabtu (20/11).

Sedangkan warga setempat,Khairul Hafidz mengatakan bahwa adanya objek wisata  Ngarai Sianok ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Ia juga berharap ke depannya wisatawan dapat melestarikan alam yang ada. “Semoga masyarakat maupun wisatawan dapat menjaga keasrianNgarai Sianok dengan tidak membuang sampah sembarangan,” harap Hafidz, Sabtu (20/11).

GM

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Pesanan Asa Disabilitas Tuli
Next post Wartawan Tidak Perlu Dipidana