Tolak BBM dari Patung Kuda

Read Time:1 Minute, 56 Second

Seruan aksi nasional penolakan harga BBM belum mendapat tanggapan dari pemerintah. Aliansi mahasiswa akan gelar konsolidasi akbar untuk aksi lanjutan.


Aliansi mahasiswa dari berbagai Universitas dan serikat buruh se-Jabodetabek melakukan aksi seruan nasional  penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) se-Indonesia. Aksi tersebut diselenggarakan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa kemarin (13/9).


Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Abid Al-Akbar menuturkan bahwa pada Selasa (6/11) lalu, seluruh BEM Universitas melakukan konsolidasi di Universitas Bung Karno. Hasil dari konsolidasi itu adalah penetapan tanggal aksi seruan nasional pada Selasa, 13 September di Patung Kuda. “BEM Universitas menyatukan pandangan untuk menentukan tanggal aksi,” tutur Abid, Rabu (14/9).


Abid menyampaikan pada pelaksanaannya, total peserta aksi yang hadir sekitar lima ribu. Ia mengatakan akan mengadakan konsolidasi akbar lanjutan pada Kamis, 15 September karena belum ada respons dari pemerintah. “Mempersiapkan aksi di tanggal 27 September,” ujar Abid, Rabu (14/9). 


Menurut amatan Institut, saat peserta aksi bergerak menuju Istana Negara, Jakarta Pusat, sempat terjadi ricuh di depan Halte Tosari. Pasalnya, sebuah mobil dinas berpelat merah melintas serampangan di jalur busway. Mobil dinas tersebut menyalakan strobo sehingga dihadang oleh peserta aksi karena menyalahi aturan. 


Kepala Departemen Advokasi, Politik, dan Hukum, Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Rafli A. Nursyirwan memberikan kesaksiannya. Beberapa peserta aksi mencoba memperingatkan mobil dinas tersebut namun tidak ditanggapi dengan baik. Terdapat satu peserta aksi yang tertabrak dan mengalami luka-luka di bagian kepala dan tangan. “Mobil dinas berplat merah tersebut tidak bertanggung jawab dan langsung melarikan diri,” ucapnya, Selasa (13/9). 


Salah satu peserta aksi, Heni Puspita Sari, Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Jakarta menyampaikan bahwa mereka menghadiri aksi tersebut untuk menyampaikan pendapat mahasiswa terkait kenaikan harga BBM di tengah kondisi pemulihan ekonomi setelah pandemi. “Semoga pemerintah bisa mendengar suara mahasiswa dan masyarakat supaya lebih memperhatikan kondisi masyarakat,” tutur Heni, Selasa (13/9).


Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Jakarta, Fiori Alfi Fanessi mengatakan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan representasi dari suara rakyat. Ia juga bercerita bahwa kenaikan harga BBM membuatnya harus mengeluarkan ongkos lebih banyak untuk kuliah. “Naiknya harga BBM membuat harga bahan pokok pun ikut naik, memberatkan masyarakat,” kata Fiori, Selasa (13/9). 

Reporter: Ken Devina, Nurul Sayyidah

Editor: Syifa Nur Layla

About Post Author

LPM Institut

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Previous post Menagih Janji PT KCN
Next post Peka Lingkungan lewat Pepohonan Kampus