Eksplorasi Ide Bersama TEDx UIN Jakarta

Read Time:2 Minute, 6 Second

TEDx UIN Jakarta menggelar gelar wicara di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Acara ini mengeksplorasi ide-ide baru dari pembicara dengan latar belakang berbeda. 

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) dan Prodi Sistem Informasi (SI) menggelar acara TEDx UIN Jakarta 1.0, Minggu (19/3). Acara presentasi monolog pertama dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia ini berlangsung di Ruang Teater Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Acara tersebut mengangkat tema “Odyssey of the Galactica” yang menyajikan tiga bagian utama, yaitu Nebula, Andromeda, dan Pleiades. 

TEDx UIN Jakarta 1.0 turut mengundang pembicara ternama yang memiliki latar belakang berbeda, yaitu Erika Richardo, Husein Ja’far Al-Hadar, Ivan Lanin, Rian Farhardhi, Denia Isetianti, Rengkuh Banyu, Indah Shafira, Salwa Rafila, dan Febri Ramdani.  Acara tersebut menyuguhkan penampilan bakat mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, seperti Tari Tradisional Lenggang Nyai, musikalisasi puisi, komedi tunggal, dan ditutup dengan persembahan lagu dari Nisa Awwalia. 

Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan, Ali Munhanif turut mengapresiasi pelaksanaan tersebut. Ali mengatakan kegiatan ini harus dikembangkan di perguruan tinggi sebagai wadah bagi kelompok mahasiswa kreatif untuk mengembangkan diri dan membangun hubungan sosial. “Kegiatan ini penting untuk dihayati sebagai cara mahasiswa untuk mengeksplorasi dan menyebarkan ide-ide,” tuturnya, Minggu (19/3). 

Menurut keterangan Ketua Pelaksana Adil Zidan, pihaknya mengangkat tema tersebut diambil dari sudut pandang manusia. Jika dilihat dari galaksi, lanjut Adil, manusia adalah partikel kecil yang tak terhentikan dalam mencari perjalanan tentang arti kehidupan. “Di setiap hari dan setiap waktu kita pasti akan menemui hal baru dalam kehidupan,” jelasnya, Minggu (19/3).

Ketika penyampaian materi, Husein Ja’far Al-Hadar selaku pencipta konten menuturkan pertanyaan tersesat merupakan awal dari pemikiran kritis. Menurut Husein, pemuda tidak mempunyai keberanian dan wadah untuk menyampaikan permasalahannya. “Buka pikiran untuk menerima segala alternatif karena kita bukan Tuhan yang tahu segalanya,” ungkapnya, Minggu (19/3). 

Mahasiswa UIN Jakarta Jurusan Hubungan Internasional (HI), Rangga  yang merupakan salah satu partisipan acara tersebut mengaku tertarik dengan acara TEDx UIN Jakarta, sebab sejak dulu sudah mengikuti TEDx Indonesia dengan menonton konten-kontennya di Youtube. “Saya menemukan poster TEDx UIN Jakarta, sehingga membuat saya tertarik untuk mengikuti acara TEDx yang diadakan di UIN Jakarta,” ungkapnya, Minggu (19/3).

Hal serupa disampaikan Syifa dari Jurusan Sistem Informatika (SI) yang mengikuti acara TEDx UIN Jakarta karena mencari serta menambah pengetahuan. Selain itu juga tertarik karena pembicara yang dihadirkan merupakan orang-orang berpengaruh. “Acaranya berlangsung meriah dengan diisi permainan yang membuat orang-orang terhibur,” ungkapnya, Minggu (19/3). 

Reporter: SRS & WMA

Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
20 %
Excited
Excited
80 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Perlindungan Identitas Anak Berhadapan dengan Hukum
Next post Menelisik Dampak Produk Cetak Agamais