Nihil Implementasi Pengurangan Sampah Plastik di Kampus

Read Time:3 Minute, 10 Second

UIN Jakarta berupaya mengurangi polusi melalui pengurangan sampah plastik di lingkungan kampus. Namun, pengimplementasiannya hingga saat ini belum terlaksana. 


Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta merencanakan green campus—kampus ramah lingkungan sejak awal masa jabatan Rektor Amany Lubis. Pasalnya, hingga masa jabatan Rektor Asep Saepudin Jahar UIN Jakarta belum menjalankan program-program untuk menjadi green campus.

UI GreenMetric menyadari perguruan tinggi berperan penting untuk meningkatkan kesadaran dalam menilai dan membandingkan usaha yang dilakukan di dunia pendidikan. Usaha tersebut meliputi pembangunan yang berkelanjutan, riset yang berkelanjutan, penghijauan kampus dan pengaruh sosial.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan, Din Wahid mengungkapkan, UIN Jakarta sudah menetapkan program prioritas yaitu kampus hijau yang bebas polusi dan bebas sampah plastik. Namun, bentuk implementasi nyatanya di lapangan masih kurang diterapkan, bahkan kantin UIN Jakarta saat ini masih menggunakan plastik. “Hal ini harus betul-betul diimplementasikan secara bertahap,” ungkapnya, Senin (4/12).

Lanjut, ia menuturkan, dalam mengupayakan kampus hijau bebas polusi dan plastik, saat ini UIN Jakarta belum mampu menyediakan air kran umum untuk persediaan air minum bagi mahasiswa. Sehingga, mahasiswa perlu membawa botol minum sendiri agar mengurangi sampah plastik di kampus. “Semoga dengan berjalannya waktu, kita bisa menerapkan langkah-langkah program tersebut,” tuturnya.

Wahid menilai, jika UIN Jakarta menyediakan dispenser air di beberapa titik pun akan membutuhkan biaya yang besar. Menurut Wahid, dalam menciptakan kampus hijau perlu melakukan beberapa hal, di antaranya kampanye dan edukasi kepada mahasiswa terkait bahaya sampah plastik berlebihan. “Kita mengupayakan dengan hal-hal yang sederhana tersebut,” tegasnya. 

Menurut keterangan Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batuttah (KMPLHK Ranita) Azizah Sulistyawati menilai, pengurangan penggunaan plastik di UIN Jakarta sangat penting. Mulai dari kita sebagai generasi penggerak dan perubahan yang mendukung perilaku positif dan kebijakan yang bersifat ramah lingkungan. “Kebiasaan disiplin itu bisa mempengaruhi orang sekitar kita,” ucapnya, Sabtu (18/11).

Azizah menuturkan, pihak kampus sudah pernah menghimbau terkait pengurangan plastik, tetapi kurangnya kesadaran mahasiswa dan tidak ada sanksi tegas yang berlaku bagi mahasiswa yang melanggar. “Saya setuju dengan upaya kebiasaan membawa alat makan dan minum dari rumah, agar mengurangi penggunaan plastik,” tuturnya. 

Lanjut, Azizah pun sudah melihat adanya tempat pembuangan sampah khusus botol plastik di depan Koperasi Mahasiswa (Kopma). Dalam hal ini, pihak kampus sudah berupaya agar mengurangi dampak negatif dari sampah plastik yang berlebihan. “Saya berharap pihak kampus bisa dengan tegas memberikan sanksi terhadap mahasiswa yang melanggar ketentuan program pengurangan sampah plastik,” ujarnya. 

Selaras dengan Azizah, Mahasiswa Program Studi Jurnalistik Magfira Naila Alwiyah juga menilai, pengurangan penggunaan plastik di lingkungan kampus sangat penting. Hal tersebut dilakukan agar bisa sekaligus mendukung program kampus hijau di UIN Jakarta. “Dampak penggunaan plastik yang berlebih sangat berbahaya untuk lingkungan,” katanya, Jumat (17/11).

Peran mahasiswa dan civitas academica, menurut Magfira, penting dalam menjalankan program kampus hijau tersebut. Sebab, menjaga kebersihan lingkungan kampus sudah menjadi tanggung jawab kita. “Bisa saja pihak kampus mengadakan penyuluhan atau sosialisasi pengurangan sampah plastik,” pungkasnya.

Perwakilan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia UIN Jakarta Litan Anggita Permata setuju dengan program pengurangan sampah plastik di lingkungan kampus. Namun, ia menyayangkan kampus belum optimal menerapkan dan mensosialisasikan upaya tersebut kepada mahasiswa. “Saya mendengar adanya program green campus. Namun, saya tidak mengetahui kapan dimulainya,” ungkapnya, Jumat (29/12).

Lanjut, Litan menuturkan, jika upaya tersebut tidak segera dilakukan akan menimbulkan dampak tidak sehat bagi lingkungan. Selain itu, sebagai insan civitas academica harus lebih peduli terhadap lingkungan kampus. “Kampus harus memfasilitasi mahasiswa untuk kampanye mengenai dampak sampah plastik,” tuturnya.

Litan mengungkapkan, KPA Arkadia telah berupaya mengadakan program kampanye untuk menyuarakan pengurangan sampah plastik, salah satunya Arkadia Festival Tanpa Plastik (Arfestik). Kerja sama dengan Plasticpay bertujuan untuk menyediakan tempat sampah khusus plastik di beberapa titik dalam kampus, misalnya di depan Gedung Student Center. “Penukaran sampah plastik yang akan menjadi uang dan bermanfaat untuk mahasiswa,” pungkasnya. 

Reporter : MSA

Editor : Shintia Rahayu Safitri

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kembali Berkembang, Kampus Luncurkan UIN Jakarta Press
Next post Titik Hitam Pemerintah Indonesia