Harapan KKN di Desa, Realita Dekat Kampus

Read Time:2 Minute, 7 Second

Beberapa mahasiswa UIN Jakarta yang mendapatkan lokasi KKN dekat harus mengubur ekspektasi KKN di desa. Namun, hal itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Seluruh mahasiswa semester enam ditempatkan di beberapa wilayah untuk melaksanakan KKN pada tanggal 25 Juli hingga 25 Agustus 2024. 

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Jurnalistik, Fitratul Husna berharap, KKN akan membawanya ke Bogor. Ia juga telah membayangkan pengalaman mengabdi di desa. Kenyataannya, Fitratul dan teman sekelompoknya ditempatkan di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) yang jarak perjalanannya hanya 21 menit dari kos.

“Rasanya kurang tantangan dan pengalaman baru. Seperti tidak sedang KKN karena bisa bolak-balik rumah,” katanya saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (4/6).

Namun, keuntungan dari penempatan KKN yang dekat yakni biaya iuran yang lebih rendah karena tidak perlu menyewa kendaraan. Karena jaraknya yang dekat, candaan pun dilontarkan oleh teman-temannya kepada Fitratul seperti “Deket banget, kepeleset juga nyampe tuh”.

Senada dengan Fitratul, Aldi—bukan nama sebenarnya—mendapatkan penempatan KKN di Ciputat, tepat di dekat kampus UIN Jakarta. Awalnya, ia sangat antusias dan berharap bisa ditempatkan di daerah yang jauh dari kota. Namun, kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasinya sehingga harapannya itu harus dikubur dalam-dalam.

Ia menyampaikan, kelebihan KKN dengan lokasi dekat adalah akses yang mudah dan sudah mengetahui lingkungannya. “Kalau dekat kurang tantangan dan pengalaman baru,” lirihnya, Rabu (5/6). 

Meski sibuk dengan kegiatan organisasi di luar kampus, Aldi dapat mengatur jadwal akademik dengan baik sehingga seluruh kegiatannya dapat terorganisir. Teman-temannya pun sempat melontarkan candaan yang sama seperti pengalaman Fitratul, seperti “Wah, enak banget tuh, bisa bolak-balik ke rumah”. 

Ahmad Irvan Maulana, Mahasiswa Prodi Dirasat Islamiyah juga mendapatkan lokasi KKN dekat kampus, tepatnya di Kedaung, Tangsel. Ia dan kelompoknya berharap ditempatkan di daerah luar seperti Bogor atau Pandeglang, sama seperti KKN tahun-tahun sebelumnya. 

Namun, mereka terkejut ketika mengetahui ditempatkan di Kedaung, ujarnya, sangat dekat dengan kampus. “Awalnya down, bayangan untuk bisa explore ke pedesaan hilang,” kata Irvan, Kamis (6/6).

Lambat laun, ia dan teman-temannya mulai menerima dan melihat sisi positifnya, seperti lebih hemat biaya transportasi. Irvan juga baru mengetahui bahwa ternyata penempatan itu atas permintaan pemerintah Tangsel dan Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini bertujuan mengatasi masalah lingkungan di sekitar kampus dan Tangsel. 

Walaupun Irvan memiliki kegiatan di luar kampus, ia masih bisa membagi waktu untuk proses KKN. Selain itu, ia pun kerap mendapatkan candaan dari teman-temannya, terutama dari mereka yang sudah KKN di tempat-tempat jauh.

Reporter: RIN
Editor: Shaumi Diah Chairani

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tak Ada yang Berhak Melabeli Kebenaran
Next post Ambisi Bisnis Cekik Kegiatan Mahasiswa