hitta mer om 55Bet Sport
utforska 55Bet Bet
find det rigtige dansk casino idealiskt för 1Bet Casino utforska casino bonus perfekt för 10Euro direkte link til nye casinoer
spil nu hos https://www.pipcasino.nu
Pip Bet
https://www.spinju1.se
spinjam1.se
geprüft und genehmigt Hamburg friskt indhold om spilleautomater trovärdig info om slots
online casino
今すぐ RoyalXO 日本
start hos Vegas Casino
https://www.vbetcasino.nu
friskt indhold om VBet >

Selesaikan Masalah dengan Berpikir Matematik

UIN Jakarta, INSTITUT– Di era kemajuan ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Setiap orang dituntut untuk mampu bersaing secara global. Salah satu cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), melalui sistem pendidikan yang bisa mengembangkan kerangka berpikir, salah satunya yaitu berpikir matematik.
Kusnandi, Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, kemampuan berpikir matematik bukan hanya untuk orang yang mendalami matematika, tapi untuk semua kalangan. Dalam materi yang berjudul “Tinjauan Teoritis Tentang Kemampuan Berpikir Matematik”, ia mengatakan, ada tiga aktivitas matematik, yaitu pemahaman, investigasi, dan kebenaran.
Lanjutnya, problematika kehidupan akan mudah diselesaikan jika seseorang berpikir secara matematik. Karena setiap permasalahan yang sedang dihadapi dipresentasikan dengan dua huruf, yaitu p dan q. p adalah sebab-sebab, sedangkan q adalah konklusi atau kesimpulan. Rumusnya adalah p→q, yaitu jika p benar dan q benar, maka p→q benar.
Kusnandi memberi contoh berpikir matematik, banyaknya pejabat pemerintah yang melakukan korupsi, karena mereka tidak melakukan salat dengan benar. Misalnya, salat dinotasikan dengan p dan tindakan dinotasikan dengan q, maka jika p benar, q pun benar.
“Jika seseorang masih asal-asalan dalam melakukan salat. Mereka pun masih akan terpengaruh untuk melakukan hal yang tidak baik,” ujarnya dalam seminar “Mengembangkan Kebiasaan Berpikir Matematik” di Auditorium Prof. Harun Nasution, Rabu (23/10).
Dalam berpikir matematik, ia menuturkan, ada metode berpikir deduktif dan induktif. Deduktif, yaitu menarik permasalahan yang bersifat umum, lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Sedangkan, induktif  adalah kebalikan dari deduktif, menarik hal-hal khusus menjadi umum.
Sementara itu, Ahmad Mudrika, Guru di salah satu Pondok Pesantren di Bandung mengatakan, orang yang berpikir matematik bisa menerima perubahan. Misalnya kurikulum 2013, “Kita jangan dulu menolak, perubahan kurikulum adalah sebuah keniscayaan. Tapi, kalau dalam pelaksanaannya tidak tepat, baru kita koreksi,” ujarnya.
Mudrika mengatakan, kurikulum 2013 akan menerapkan sistem scientific approach atau pendekatan sains yang menitikberatkan pada observing (mengamati), questioning (menanya), associating (menalar), experimenting (mencoba), dan networking (mengkomunikasikan atau membentuk jejaring).
Sistem pembelajaran bukan lagi teacher oriented tapi student oriented. Siswa tidak lagi menghafal materi pelajaran, tapi belajar membangun sendiri pengetahuannya dan menyelesaikan permasalahan. “Bukan saatnya lagi guru menyuruh siswa mengerjakan LKS, lalu pergi. Kalau seperti itu mending tidak usah jadi guru,” ujarnya.
Ia pun menyarankan, sebelum proses pembelajaran guru harus membuat skenario untuk mengarahkan siswa dalam membangun pengetahuan. Guru pun harus menggali kesalahan yang dilakukan siswa agar mereka bisa mengetahui mana yang benar dan salah. (Anas)

Tinggalkan Balasan

Previous post Mahasiswa Tuntut Kaprodi HI Dipecat
Next post TABLOID EDISI 28

nye casinoer

alt du har brug for vegascasino.nu

https://unlimitcasino.nu

インスピレーション royalxo.jp

ライセンスカジノ
casino beoordelingen Nederlands casino
gratis snurr spelautomater
noggrant valt https://slotzycasino.se
www.slotzycasino.se
senest opdateret dansk casino
missa inte spinjam1.se/

månadens bästa casino bonus

casino bonus

bedst lige nu 20 Bet Casino

slots

55-bet.nu