
Konsumsi realfood semakin ramai digemari oleh Gen Z. Hal tersebut dipicu meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan gerakan gaya hidup sehat di media sosial.
Belakangan tren konsumsi realfood merebak di kalangan Generasi Z (Gen Z). Menurut data survei Badan Pusat Statistik (BPS), Gen Z merupakan kelompok manusia yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai 2012.
Melansir IDN Times, realfood merupakan makanan alami yang sangat minim proses pengolahan, yakni masih memiliki banyak kandungan nutrisi alami dan tidak bercampur dengan pengolahan bahan lainnya seperti, pengawet, perasa, dan pewarna. Menukil CNN Indonesia, sebanyak 50 persen Gen Z memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas nutrisi atau menjaga pola makan.
Mengutip penelitian Journal of Family Life Education berjudul Analisis Real Food yang Banyak Digemari Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Gen Z memilih realfood sebagai sikap melindungi diri dari berbagai penyakit serta meningkatkan kualitas hidup. Dari hasil penelitian, Gen Z yang mengonsumsi realfood terbukti lebih lancar pencernaannya dibandingkan yang mengonsumsi makanan cepat saji.
Tren realfood di kalangan Gen Z dibetulkan Rafif, salah satu Gen Z. Rafif mengungkapkan bahwa ia memilih mengonsumsi realfood karena sehat dan praktis. Menurut Rafif, realfood memiliki manfaat menjadikan tubuh lebih sehat dan tidak mudah lapar. “Mungkin anak muda zaman sekarang lebih menjaga kesehatan seperti, gizi dan protein. Manfaat realfood membuat badan menjadi sehat, tidak gampang lelah, dan kenyang lebih lama,” ungkap Rafif, Minggu (18/10).
Senada dengan Rafif, Azzahra yang merupakan Gen Z mengungkapkan bahwa ia memilih realfood menjadi makanan untuk sarapan dikarenakan harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan. “Harganya sesuai dengan kantong anak muda Gen Z. Terlebih bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan dan berat badan,” ujar Azzahra, Minggu (18/10).
Azzahra menambahkan, ia mengakui mengetahui tren realfood dari media sosial seperti Instagram, Tiktok, dan Threads. Namun, Azzahra menyebut teman-temannya masih belum mengikuti tren realfood dan masih sering mengonsumsi makanan cepat saji.
Salah satu penjual realfood, Neni Nuraeni mengungkapkan Gen Z banyak memilih realfood sebagai hidangan sarapan. Menurut Neni, pada mulanya Gen Z hanya mencoba hingga mereka lebih sadar kesehatan dengan mulai mengonsumsi realfood. “Kebanyakan Gen Z beli realfood di pagi hari. Ada yang setiap hari, adapula yang cuma sesekali beli, tergantung jam kerja mereka,” ujar Neni, Jum’at (23/10).
Penjual realfood lainnya, Andre menjelaskan bahwa Gen Z lebih sering membeli realfood kukusan dari pada buah. Menurut Andre, Gen Z membeli buah untuk kebutuhan acara dibandingkan konsumsi sehari-hari. “Mereka sering beli hanya untuk kebutuhan acara. Mereka selalu beli buah pepaya, jeruk, anggur, dan sejenisnya,” jelas Andre, Minggu (18/10).
Reporter: WN
Editor: Siti Fatimah Azzahra
