Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain ruru dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/u1561678/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Keamanan Parkir Belum Terjamin – LPM INSTITUT

Keamanan Parkir Belum Terjamin



Sistem baru yang diterapkan oleh Gerbang Berkah (GB) Parkir Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta belum memperlihatkan perkembangan dari segi keamanan. Beberapa kasus kehilangan seperti helm masih terjadi di lahan parkir. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bagian Umum (Kabag), Suhendro. “Kemarin ada laporan kehilangan helm dari security. Tapi secara data tertulis, belum ada.” Tuturnya, Rabu (20/4)
Suhendro telah merencanakan penanggulangan kasus kehilangan di lahan parkir. Salah satunya rencananya adalah pendataan kasus kehilangan di parkiran yang  dikemas dalam bentuk berita acara. Selanjutnya laporan tersebut akan menjadi kajian untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa yang sama.

Selain itu dia juga mengusulkan adanya tempat penitipan helm di UIN Jakarta.  Hal  ini dikarenakan tingginya  pengendara motor yang  memakai helm. “Situasinya helm kan banyak,  dan lagi idealnya parkiran memang harus punya tempat penitipan helm,” katanya, Rabu (20/4).

Senada dengan Suhendro, Kepala Satuan Pengaman (satpam) UIN Jakarta, Satori menyatakan, untuk mengantisipasi kehilangan helm harus ada tempat penitipan helm. “Mencegah kehilangan helm dengan lahan parkir seluas ini memang sulit, kecuali diadakan tempat penitipan,” katanya, Rabu (20/4).

Satori menambahkan sistem keamanan parkir UIN Jakarta masih menggunakan patroli dua orang secara bergantian. Pengawasan dimulai dari gerbang masuk hingga gerbang keluar. “Lagi pula di setiap gedung ada petugas yang mengawasi,” ujarnya.

Area parkir UIN Jakarta yang terpisah antara  satu tempat dengan lainnya menjadi kendala untuk memantau keamanan. “Beda dengan waktu saya studi banding di Jogja. Tempat parkirnya di satu tempat, jadi gampang untuk mengawasi,” tandasnya.

Aisyah Nursyamsi

Tinggalkan Balasan

Previous post Mahasiswa FKIK Tolak Kebijakan Parkir
Next post Antrean Panjang Menuju Loket Keluar